Ilustrasi: Istimewa
YALA - Wilayah Thailand Selatan yang didominasi umat muslim kembali dihadapkan pada serangkaian aksi kekerasan hari ini. Akibatnya, 12 warga Thailand terluka. Diduga, anggota militan muslim setempat merupakan dalang serangan itu.
Aksi kekerasan pertama kali terjadi saat sebuah sepeda motor yang sudah dipasang bom, meledak di luar kedai teh di wilayah Pattani. Insiden ini menyebabkan lima warga setempat yang sedang menikmati teh terluka akibat serangan tersebut.
Sementara serangan bom juga terjadi selang beberapa lama ledakan di Pattani. Kali ini bom meledak di sebuah pasar di Provinsi Yala. Ledakan ini menyebabkan empat orang terluka, tiga diantara korban terluka merupakan prajurit Thailand yang kebetulan sedang berpatroli di sekitar pasar itu. Demikian diberitakan AFP, Rabu (13/1/2010).
Lima menit usai ledakan di pasar itu, sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah toko buah. Serangan ini menyebabkan tiga pria pemilik toko buah tersebut terluka parah.
Wilayah Thailand Selatan memang terus bergejolak sejak Januari 2004 lalu. Kehidupan Warga setempat yang mayoritas beragama Islam, terus dihadapkan pada ketegangan yang diciptakan oleh pihak militan. Hingga kini masih belum jelas apa tujuan dari pihak militan tersebut.
Tetapi ketegangan di Selatan Thailand seringkali dikaitkan oleh Thailand sebagaian beragama Budha menganeksasi wilayah Thailand Selatan pada 1902 lalu. Wilayah yang dianeksasi oleh pemerintah Thailand tersebut dulunya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Muslim Malaysia. (faj)(rhs)