Pasukan Filipina (Foto: Istimewa)
MANILA - Tujuh gerilyawan komunis Filipina tewas terbunuh saat terjadi baku tembak dengan pihak pasukan pemerintah di luar Ibu Kota Filipina, Manila. Tiga di antara korban tewas tersebut dikabarkan masih di bawah umur.
Dalam baku tembak yang terjadi pada hari Kamis ini, unit infantri Filipina berhadapan dengan sekira 30 anggota Pemberontak Komunis Filipina (NPA). Baku tembak ini terjadi pada pagi hari di kota Dona Remedios Trinidad sekira 50 kilometer (km) dari Manila, Filipina.
Menurut keterangan Letnan Kolonel Amulfo Burgos, baku tembak tersebut berlangsung selama delapan jam. Tidak korban jiwa dilaporkan dari pihak tentara Filipina, sementara tujuh orang dari pihak pemberontak dilaporkan tewas. Salah seorang pemberontak yang tewas adalah seorang gadis yang berusia di bawah 18 tahun. Demikian diberitakan AFP, Kamis (14/1/2010).
Sejak bulan lalu Pemerintah Filipina terus membatasi gerak dari kelompok pemberontak komunis NPA di wilayah yang biasa dikuasai oleh kelompok tersebut. Kini untuk pertama kalinya sejak sepuluh tahun lalu, empat pulau utama di Filipina terbebas dari cengkraman kelompok NPA yang termasuk dalam kelompok Maois.
Pihak Militer Filipina sendiri yang diwakili oleh Pimpinan Militernya Victor Ibrado mengharapkan, dalam Pemilihan Presiden Filipina yang akan berlangsung pada Mei mendatang seluruh kekuatan NPA akan habis. Hal ini dibuktikan dengan pengerahan 5,000 pasukan kekantung pertahanan NPA di Filipina. (faj)(rhs)