Getting Time...

Abhisit: Jangan Bergantung pada Raja

Sabtu, 16 Januari 2010 11:52 wib
PM Thaksin Shinawatra (Foto : Daylife)
PM Thaksin Shinawatra (Foto : Daylife)
BANGKOK - Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva mengusulkan agar negaranya yang terpecah secara politik itu berhenti menggantungkan diri pada Raja untuk campur tangan saat kesulitan tengah melanda.

Berbicara di hadapan Klub Koresponden Asing Thailand, Abhisit mengungkapkan, negara itu berjuang menyelesaikan masalah pada saat terjadi krisis di mana peran Raja Bhumibol Adulyadej, kritis, krusial dan vital.

Dia mencatat beberapa kejadian pada 1992, saat Raja memperingatkan PM saat itu dan seorang pemimpin protes agar mengakhiri bentrok berdarah di Bangkok. Raja juga menyerukan persatuan untuk mencegah kehancuran negara itu.

“Sekarang yang ingin saya katakan adalah ada baiknya kalau kita bisa menyelesaikan masalah ini tanpa harus bergantung pada intervensi Yang Mulia, meskipun mereka selalu ada dalam kerangka konstitusi. Hal ini akan memakan waktu,” ujar Abhisit.
Masalah di sekeliling Raja Bhumibol, raja yang berkuasa paling lama di dunia, adalah topik sensitif karena raja dirawat di rumah sakit sejak September lalu.

Thailand secara politik terpecah sejak mantan PM Thaksin Shinawatra yang sekarang tinggal di luar negeri untuk menghindari vonis penjara karena korupsi digulingkan pada sebuah kudeta pada 2006. Bulan depan, pendukung Thaksin, Kaus Merah, berencana menggelar reli menjelang putusan pengadilan terkait harta politikus buron itu yang dibekukan.

Salah satu pimpinan kelompok itu, Jatuporn Prompan mengungkapkan, sekitar satu juta anggota Kaus Merah akan menghadiri even itu, meskipun tanggal pasti aksi belum diputuskan.(Alvin/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit