Pembajak Somalia (Foto: AFP)
MOGADISHU - Pembajak Somalia membebaskan sebuah kapal tanker milik Yunani yang sudah ditahan sejak 29 November lalu. Kapal tanker bernama The Maran Centaurus diketahui membawa muatan minyak mentah sebanyak dua juta barel.
Kapal tanker tersebut diawaki oleh 16 warga negara Filipina, 9 warga Yunani, dua warga Ukraina serta seorang warga Rumania. Kapal tersebut dibajak didekat Kepulauan Seychelles di Samudera Hindia.
"Kami telah menyetujui untuk merampungkan perjanjian dan melepaskan kapal tanker tersebut," ucap salah seorang pembajak, seperti dikutip Reuters, Senin (18/1/2010).
Sementara tebusan atas pembebasan kapal tanker ini disebut-sebut yang paling besar dibandingkan tebusan atas aksi serupa yang dilakukan kelompok pembajak Somalia. Tebusan diperkirakan sebesar USD5,5 juta hingga USD7 juta dibayarkan kepada pihak pembajak oleh pemilik kapal.
Usai tebusan lunas, pembajak kemudian mengizinkan kapal tanker tersebut untuk berlayar kembali. Sementara awak kapal yang mereka tahan dipastikan dalam kondisi aman.
Sebelum kapal tersebut dibebaskan, sempat terjadi baku tembak antara pihak pembajak yang berada di kapal itu dengan saingannya yang ada di perairan. Si pesaing meminta pembajak di kapal tanker untuk membagi dua hasil tebusan tersebut.
Namun aksi tersebut dapat dicegah saat helikopter milik patroli angkatan laut asing menembaki para pembajak, yang meminta bagi hasil uang tebusan. Sesaat setelah helikopter tersebut melemparkan muatan yang berisi uang tebusan, kapal tanker The Maran Centaurus akhirnya dibebaskan.
Aksi pembajakan di seluruh dunia dilaporkan naik hingga 40 persen pada 2009. Sementara pembajak Somalia paling sering melakukan aksi pembajakan tersebut. Sekitar 406 aksi pembajakan yang dilaporkan, setengah darinya dilakukan oleh pembajak Somalia yang biasa beroperasi di sekitar Teluk Aden. (faj)(rhs)