Getting Time...

Kabul Tingkatkan Kewaspadaan

Fajar Nugraha
Selasa, 19 Januari 2010 15:52 wib
Pasukan keamanan Afghanistan (Foto: AFP)
Pasukan keamanan Afghanistan (Foto: AFP)
KABUL - Usai serangan Taliban yang terjadi Senin 18 Januari kemarin, Ibu Kota Afghanistan, Kabul, kini meningkatkan kewaspadaannya. Serangan tersebut dianggap sebagai sebuah aksi terburuk sejak kekuasaan Taliban dihabisi sembilan tahun lalu.

Selepas serangan itu, pihak berwenang Afghanistan dihadapkan pada sebuah pertanyaan bagaimana pihak militan Taliban mampu merangsek masuk ke dalam kota Kabul. Padahal pihak berwenang setempat mengklaim jika keamanan di Kabul relatif lebih ketat dibandingkan kota-kota lain di Afghanistan. Demikian diberitakan AFP, Selasa (19/1/2010).

Meski pejabat Amerika Serikat dan Nato memuji keberhasilan pasukan Afghanistan menghalau serangan dari pihak Taliban, tetap saja hal tersebut tidak mengubah fakta jika Kabul berhasil diterobos oleh kelompok militan itu.

Pada insiden tersebut Taliban berhasil menyentuh batas aman dari pengawalan yang dilakukan pihak pengamanan Afghanistan. Parahnya, serangan ini terjadi saat bersamaan dengan pengangkatan sumpah beberapa menteri oleh Presiden Hamid Karzai.

Usai serangan, kondisi kota Kabul layaknya sebuah medan perang. Beberapa bangunan tampak terbakar sementara serpihan bekas pertempuran tampak jelas terlihat di jalanan kota Kabul. Satu orang anak beserta empat anggota keamanan Afghanistan dilaporkan tewas dalam peristiwa yang berlangsung selama tiga jam tersebut.

Selain menewaskan warga sipil dan anggota keamanan, serangan yang diwarnai baku tembak dan ledakan bom itu juga menewaskan tujuh anggota Taliban. Mereka tewas terbunuh akibat bom yang mereka ledakan sendiri ataupun oleh tembakan dari anggota keamanan Afghanistan.

Kini pemerintah Kabul terus meningkatkan keamanan di kota paling penting di Afghanistan tersebut. Mereka terus berbenah agar serangan serupa tidak terulang kembali, mengingat Kabul merupakan kota penting di negara berkonflik tersebut. Bila terjadi serangan serupa dan Kabul jatuh ke tangan Taliban, bukan tidak mungkin sejarah kelabu Afghanistan saat dikuasai Taliban akan terulang kembali. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit