Getting Time...

Lomba Mabuk-Mabukan Akan Dilarang

Rani Hardjanti
Rabu, 20 Januari 2010 15:08 wib
Foto : Corbis.com
Foto : Corbis.com
LONDON - Pemerintah Inggris akan melarang kontes minum bir. Kontes tersebut kerap disediakan pemilik bar atau pub. Nantinya baik si pemilik atau si peminum akan dikenakan sanksi. Namun, hal itu masih akan dibahas lebih lanjut.

Pembahasan aturan itu didasari pemikiran para dokter, bahwa pemerintah telah gagal untuk mengendalikan budaya minum-minuman alkohol. Hal ini pun juga didukung oleh elemen masyarakat antialkohol di Inggris.

"Lebih baik telat daripada tidak sama sekali," ujar Juru Bicara Alcohol Concern Charity Carys Davis, seperti dikutip dari Time.com, Rabu (20/1/2009).

Konsumsi alkohol telah menjadi isu politik beberapa tahun terakhir ini. Saat akhir pekan, banyak anak muda yang berjalan gontai di bar atau pub. Mereka berpindah dari satu bar ke bar yang lain.

Berdasarkan hasil statistik pemerintah setempat, konsumsi alkohol yang berlebih telah memicu tingkat kematian di Inggris hingga dua kali lipat.

Chief Medical Officer Liam Donaldson mengusulkan, pengendalian konsumsi alkohol salah satunya dilakuan dengan melakukan intervensi harga. Menurutnya, pengendalian konsumsi alkohol sangat mendesak, mengingat tingkat kejahatan kian hari kian meningkat. Disebutkan setiap100 ribu rumah sakit menerima pasien mabuk sekira 45.000 per tahun. Angka ini sangat tinggi.

Sekadar diketahui, budaya mabuk-mabukan di Inggris semakin menggila menyusul adanya persaingan bar. Mereka mengusung promosi "all you can drink". Di sisi lain, kondisi ekonomi tengah dihantam krisis. Banyak warga yang di-PHK dan menghibur diri di bar. Maka jadilah kebiasaan mabuk ini semakin parah.
(rhs)
TWITTER »
twit