Getting Time...

Pesawat Terbakar 46 Cedera

Senin, 25 Januari 2010 09:27 wib
Pesawat Taban Air (Foto: Fars)
Pesawat Taban Air (Foto: Fars)
Sebuah pesawat komersial Iran berjenis Tupolev 154,milik Taban Airline, Minggu24 Januari, terbakar saat mendarat di bandara Mashhad.Akibat insiden tersebut,sedikitnya 46 orang terluka.

Jaringan berita lokal yang dekat dengan Taban Airline mengungkapkan bahwa pesawat yang dipiloti seorang warga Rusia itu terbakar saat mendarat dalam cuaca berkabut di Bandara Mashhad. ”Sebanyak 46 orang terluka tapi sebagian besar bukan luka serius,” papar Javad Erfanian,kepala manajemen bencana Provinsi Khorasan Razavi, seperti disiarkan televisi pemerintah Iran,Press TV. Menurut Erfanian, tim penyelamat segera mengevakuasi penumpang setelah ekor pesawat patah.

”Pesawat yang terbang dari Abadan di barat daya Iran ke Mashhad itu memiliki 157 penumpang di kabin. Pesawat itu memiliki 13 kru di kabin,” papar Press TV yang berbahasa Inggris tersebut. Menurut sumber yang dikutip kantor berita Fars, kecelakaan itu terjadi saat pilot asal Rusia mendaratkan pesawat dalam cuaca berkabut dan ekor pesawat mengenai landasan terbang hingga patah.

”Pesawat terbakar setelah penumpang dievakuasi,” papar laporan Fars. Kecelakaan tersebut dapat dilihat dari foto-foto yang dirilis jaringan berita Iran yang menunjukkan ekor pesawat yang terbakar, demikian pula tayangan Press TV yang mempertontonkan asap tebal keluar dari ekor pesawat. Manajer bandara Mashhad Mohsen Esmaili menjelaskan, ”Pilot mendaratkan pesawat saat bandara dalam keadaan berkabut meskipun telah diberi peringatan berulang kali dari menara kontrol.

Pilot beralasan di kabin ada seorang pasien yang sakit.” Juru bicara penerbangan sipil Iran Reza Jafarzadeh menambahkan, pesawat telah meninggalkan Abadan pada Sabtu (23/1) tapi cuaca buruk di Mashhad memaksa pesawat mendarat di pusat kota Isfahan dan berada di sana semalam, sebelum lepas landas lagi menuju Mashhad, kemarin.

”Kapten memiliki seorang pasien sakit kritis di kabin sehingga harus melakukan pendaratan darurat (di Mashhad). Itulah mengapa pesawat mengalami kecelakaan tersebut. Tidak ada korban tewas dalam kecelakaan tersebut.” papar Jafarzadeh di website televisi Pemerintah Iran. Pemerintah Iran saat ini masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kecelakaan.

Hasil penyelidikan mungkin akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan. Iran telah bertahun-tahun mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat (AS) hingga tidak dapat membeli pesawat dan suku cadangnya dari negara-negara Barat, termasuk dari Boeing dan Airbus.Teheran kemudian banyak membeli pesawat dari Rusia,termasuk Tupolev 154 yang kemarin mengalami kecelakaan.

Sanksi itu juga memaksa Iran harus memakai suku cadang lama dan pesawat yang berusia tua. Karena itulah berbagai bencana penerbangan sering terjadi pada sepuluh tahun terakhir. Sanksi itu memaksa Iran mengizinkan berbagai maskapai penerbangan kecil dengan kru asal Rusia atau dari negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah,untuk melayani penumpang.Kurangnya pengawasan dan sanksi yang ketat membuat kondisi industri penerbangan Iran memiliki standar keamanan yang rendah.

Kecelakaan udara terburuk di Iran pernah terjadi saat sebuah pesawat yang mengangkut anggota Garda Revolusi Iran mengalami kecelakaan hingga menewaskan 302 orang di kabin. Pada Juli tahun lalu pesawat Tupolev buatan Soviet terbakar saat masih terbang di udara dalam tujuan ke Armenia. Pesawat itu lantas terjatuh ke lahan pertanian di timur laut Teheran,menewaskan 168 orang di kabin.

Pada Desember 2005, 108 orang tewas saat sebuah pesawat Lockheed menabrak sebuah perumahan susun di luar kota Teheran. Pada November 2006 sebuah pesawat militer mengalami kecelakaan saat lepas landas di bandara Mehrabad,Teheran, menewaskan semua orang di kabin,39 orang,termasuk 30 anggota Garda Revolusi.

Embargo AS tentang larangan menjual pesawat ke Iran, tampaknya tidak akan dicabut karena Barat masih khawatir peralatan penerbangan itu diubah menjadi persenjataan. Apalagi saat ini Barat mencurigai program nuklir Teheran bertujuan untuk membuat bom atom.Tuduhan Barat itu berulang kali disangkal Iran.

Dalam pernyataannya kemarin, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menegaskan bahwa Teheran telah memutuskan melakukan pengayaan uranium hingga level 20% jika Barat gagal menerima proposal Iran tentang kesepakatan bahan baku nuklir yang dimediasi Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). (Koran SI/Koran SI)
(//rhs)
TWITTER »
twit