Ilustrasi (Foto: Daylife)
TEL AVIV - Israel menghalangi seorang Menteri Belgia yang akan berkunjung ke Gaza, Palestina. Kunjungan itu dinilai akan memberikan legitimasi bagi pemerintahan Hamas.
Menteri Kerja Sama dan Pengembangan Belgia Charles Michael memprotes tindakan menghalangi yang dilakukan Israel. Dia menyebut perlakuan itu “tidak dapat diterima”. Bahkan melalui stasiun televisi Belgia RTL-TVI Michel menyatakan akan membawa masalah ini ke Uni Eropa.
“Kunjungan ini hanya akan menguatkan Hamas dan memberikan legitimasi kepadanya,” ungkap Deputi Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon seperti dikutip AFP, Senin (25/1/2010).
Dia menambahkan masih membiarkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, namun tidak akan mengizinkan kunjungan pimpinan politik karena akan menjadi penguatan bagi Hamas.
Belgia sudah menjanjikan bantuan bagi badan PBB untuk membantu para pengungsi Gaza. Negara itu juga berkomitmen membangun sekolah, namun terhalang oleh blokade Israel yang melarang bahan bangunan masuk.
Israel dan Mesir yang berbatasan langsung dengan Gaza, memblokade wilayah itu mulai Juni 2007. Sejak itu sebanyak 1,4 lebih masyarakat Gaza kesulitan akses untuk mendapat bahan pangan dan obat-obatan. Kondisi ini semakin parah sejak Israel menyerang Gaza selama tiga pekan, pada akhir 2008 dan awal 2009.
Organisasi kemanusiaan Amnesty International pekan lalu menuding Israel melakukan “hukuman kolektif” bagi seluruh penduduk Gaza sehingga menambah bagi warga. Israel menganggap selutuh warga Gaza merupakan pendukung Hamas.
(ton)