Presiden AS Barack Obama (Foto: Reuters)
WASHINGTON - Isu penciptaan lapangan kerja, reformasi sistem kesehatan serta isu penting lainnya mewarnai pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di depan kongres AS, Rabu malam 27 Januari waktu setempat.
Disaksikan Anggota Kongres AS dan warga AS, Obama menegaskan jika perubahan tidak bisa berlangsung secepat kilat. "Sesulit apapun dan meskipun disertai perdebatan serta ketidaknyamanan, waktunya bagi Amerika untuk lebih serius memperbaiki masalah yang mengganggu pertumbuhan Amerika," ucap Presiden Obama dalam pidatonya seperti dikutip Associated Press, Kamis (28/1/2010).
"I don't quit" seperti itu yang disampaikan Presiden Barack Obama dalam pidatonya. Ia bersumpah untuk berjuang menciptakan lapangan kerja dan bekerja demi rakyat AS yang marah atas perilaku kalangan usaha yang dianggap serakah.
Presiden kulit hitam pertama AS tersebut juga mendesak anggota kongres untuk memberikan perhatian lebih atas reformasi di bidang kesehatan, yang kini masih menggantung ditangan anggota kongres. "Jangan lari dari reformasi," ungkap Presiden Obama. Masalah asuransi menjadi perhatian lebih bagi pemerintahan Obama.
Di bidang ekonomi, Presiden Obama membela keputusannya untuk memberikan dana talangan kepada beberapa bank di negeri adidaya tersebut. "Jika pemerintah membiarkan kehancuran sistem ekonomi, angka pengangguran akan lebih banyak daripada yang ada sekarang ini," komentar Obama.
Selain itu Obama juga menyatakan defisit anggaran juga harus diselesaikan secepat mungkin. Menurutnya mulai tahun 2011 mendatang pemerintah bersiap untuk membekukan pengeluaran pemerintah untuk tiga tahun.
Sementara mengenai masalah pemanasan global, Presiden ke-44 AS tersebut mendesak pihak senat untuk bekerja lebih menghadapi isu penting ini. Obama sedikit menyentil senat yang masih mencapai kata sepakat mengenai undag-undang yang mengatur pengurangan emisi karbon AS.
Malam itu, pidato Presiden Obama mengenai perang di Irak juga menjadi perhatian lebih para anggota kongres. Dalam pidatonya Obama menyebutkan jika perang Iraq segera berakhir dan pasukan AS segera pulang dari Irak.
Selain itu negosiasi pengendalian senjata bersama Rusia juga menjadi perhatian dari Obama. Presiden dari Partai Demokrat tersebut menyebutkan rencana penggantian Pakta Pengurangan Senjata (Start) yang masih dalam proses negosiasi dengan Rusia.
Namun dalam pidatonya Obama tidak menyebutkan tiga isu penting yang dihadapinya dalam tahun pertama pemerintahannya. Isu itu antara lain penutupan Penjara Guantanamo, gagalnya perundingan damai antara Palestina dan Israel serta perang melawan Al Qaeda di Pakistan yang dianggap mengancam keamanan AS.
Tetapi ia sempat menyebutkan keberhasilan jika beberapa anggota Al Qaeda berhasil ditumpas selama ia memimpin. Obama membandingkannya dengan operasi serupa di tahun 2008, saat AS masih dipimpin George W Bush.
Meski disambut meriah oleh seluruh anggota kongres, kubu Partai Republik yang diwakili Gubernur Virgnia Bob McDonnell, belum menunjukan tanda setuju atas raihan Presiden Obama selama satu tahun terakhir. McDonnell bahkan menyatakan jika Pemerintah AS seperti berusaha terlalu keras untuk menunjukan keberhasilan mereka. (faj)(rhs)