Pasukan Prancis di Afghanistan (Foto: CNN)
LONDON - Menteri Luar Negeri Prancis, Bernard Kouchner menyatakan pihaknya tidak akan menambah lagi pasukan ke Afghanistan. Pernyataannya ini menandakan Prancis tidak akan bergabung dengan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat di Afghanistan.
"Tidak ada penambahan pasukan. Kami yang memimpin, Prancis tidak akan mengirim pasukan ke Afghanistan untuk berperang," ucap Kouchner seperti dikutip CNN, Jumat (29/1/2010). Saat ini pasukan Prancis yang bertugas di negara konflik tersebut mencapai 3.500 personel.
Meski tidak lagi mengirim pasukan, Kouchner tidak menepis kemungkinan negaranya akan mengirim tenaga khusus untuk melatih militer dan polisi Afghanistan.
Kouchner juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap strategi militer AS di Afghanistan yang dipimpin Jenderal Stanley McChrystal. Menurutnya, strategi yang dilakukan AS dapat mempengaruhi posisi dari warga, termasuk legitimasi dari Pemerintah Afghanistan sendiri.
Kouchner membandingkan strategi militer AS dengan langkah yang diambil Presiden Afghanistan, Hamid Karzai terhadap Taliban. Menurutnya upaya Karzai dengan menawarkan rekonsiliasi dengan Taliban amat bertentangan dengan strategi AS di Afghanistan.
Namun dia mengkritik keinginan Karzai yang meminta pasukan internasional untuk tetap berada di Afghanistan selama 10 hingga 15 tahun kedepan. Kritikan Kouchner tersebut dilayangkan dengan melihat fakta keputusan Presiden Barack Obama yang akan menarik pasukannya dari Afghanistan pada 2011 mendatang.
Prancis, menurut Kouchner tidak ingin melalukan peperangan dalam jangka panjang. Mereka ingin mengubah Afghanistan untuk berperang melawan kemiskinan dan berjuang untuk membangun. (Faj)(rhs)