Konferensi di Afghanistan (Foto: CBS news)
LONDON - Pemerintah Afghanistan kemarin mengundang pimpinan taliban ke dewan sesepuh perdamaian sebagai langkah untuk menyelesaikan konflik di negara itu dan meminta Arab Saudi membantu terjadinya perdamaian di sana.
Hamid Elmi, juru bicara pemerintah Afghanistan, mengungkapkan, Taliban akan diminta ikut ambil bagian dalam dewan perdamaian itu atau disebut loya jirga. Pertemuan diperkirakan digelara awal tahun ini. "Kami berharap mereka bersedia hadir," ujar Elmi.
"Kami harap Yang Mulia Raja (Arab Saudi) Abdullah bin Abdul-Aziz bersedia memainkan peran penting untuk memandu dan membantu proses perdamaian," papar Karzai. Menurut Karzai, selain dari Arab Saudi, Afghanistan juga memerlukan dukungan dari negara tetangganya, terutama Pakistan, untuk mewujudkan perdamaian itu.
Menurut Washington, pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Muhammed Omar dan beberapa pemimpin lain pemberontak saat ini bermukim di Pakistan.
Tudingan ini dibantah Islamabad. Pakistan, bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, adalah tiga negara yang mengakui pemerintahan Taliban sebelum digulingkan dalam invasi pimpinan AS pada 2001, dianggap sebagai pihak yang penting untuk memediasi perundingan perdamaian antara Afghanistan dan Taliban.
Sampai saat ini, Taliban belum memperlihatkan keinginan untuk ikut dalam perundingan, meskipun beberapa analis mengaku sudah capek melihat pertempuran dan menyadari bahwa tidak ada tempat yang lebih baik lagi bagi AS dan sekutunya selain memenangkan perang dengan sarana militer.
Pemerintah Barat mengungkapkan tidak punya rencana menggelar perundingan perdamaian langsung dengan pemimpin Taliban sebagaimana mereka justru mengirimkan lebih banyak tentara dan bantuan pembangunan untuk memecah kebuntuan di Afghanistan.
Tapi, melalui penambahan 30.000 tentara AS, bersama dengan uang yang cukup untuk membeli tentara darat Taliban, mereka berharap bisa melemahkan pemberontakan sehingga para pemberontak menyetujui perjanjian dari sebuah posisi yang kuat.
Pemerintah Barat juga menegaskan semuanya terserah pada Afghanistan dalam memimpin proses rekonsiliasi - yang secara efektif memberikan ruang bagi Karzai untuk mendapatkan kontaknya sendiri. (Koran SI/Koran SI)(//rhs)