Konferensi di Afghanistan (Foto: CBS news)
LONDON - Presiden Afghanistan Hamid Karzai kemarin memperingatkan bahwa negara masih membutuhkan dukungan internasional dalam kurun waktu 15 tahun ke depan. Dukungan itu diperuntukan untuk memerangi para gerilyawan Taliban baik dengan senjata dan diplomasi.
Pernyataan Karzai itu diungkapkan ketika berbicara mengenai masa depan negaranya pada konferensi donor bagi Afghanistan.
Presiden yang terpilih kembali pada November silam dengan tudingan kecurangan pemilu, ingin mendapatkan dukungan dari barat.
Namun, rencana Karzai tersebut ditolak mentah-mentah Taliban. Taliban menyatakan, rencana itu merupakan sebuah "tipu muslihat" dan gerilyawan tidak akan diperlemah oleh setiap rencana yang mendesak militan meletakkan senjata mereka.
"Mereka merasa gerilyawan Afghanistan akan tergiur oleh uang atau jabatan pikiran semacam itu tidak berdasar dan sia-sia serta tidak benar," kata pernyataan Taliban. Lepas dari penolakan Taliban, sebuah pertemuan puncak untuk membicarakan masa depan Afghanistan akan dimulai di London dengan salah satu agendanya kemungkinan tentang tawaran berunding dengan kelompok moderat Taliban.
KTT donor Afghanistan dihadiri sekitar 70 negara dengan target menciptakan momentum baru untuk pembangunan Afghanistan. Negara donor diperkirakan akan menganggarkan dana untuk membujuk anggota Taliban agar kembali pada masyarakat biasa Afghanistan.
Namun negara Barat juga akan menuntut diberi rincian tentang berbagai rencana ini. Presiden Afghanistan Hamid Karzai telah mendapatkan dukungan publik untuk menjalankan rencananya membujuk anggota Taliban membelot.
Dana yang dikumpulkan nantinya diharapkan akan digunakan untuk membantu menyatukan kembali para mantan anggota Taliban dengan iming-iming pekerjaan, dana tunai serta perlindungan. Namun Presiden Karzai juga bicara tentang sebuah proses politik yang akan melibatkan para pemimpin Taliban.
Presiden Karzai berharap anggota Taliban mau kembali bermasyarakat. Negara di kawasan Eropa telah menyatakan dukungan atas rencana ini, namun NATO dan pasukan AS tidak yakin taktik semacam ini akan berhasil. Seorang diplomat Barat pada markas PBB di New York mengatakan banyak hal akan tergantung pada rincian bagaimana rekonsiliasi dan strategi reintegrasi yang disusun Karzai.
"Bagaimana strukturnya, siapa yang akan menjalankan, dan siapa targetnya," tutur diplomat yang tidak disebutkan namanya. Sementara itu, Brown mengungkapkan pada konferensi kali ini akan ditekanan pengalihan keamanan dari pasukan NATO ke militer Afghan di beberapa provinsi.
"Strategi kita untuk membantu rakyat Afghan untuk lebih kuat sehingga keamanan mereka adalah tanggungjawab mereka, dan bukan lagi tanggungjawab 43 negara," ujarnya. Brown menandaskan bahwa pertengahan 2011 akan menjadi deadline membalikkan keadaan dalam melawan pemberontak di Afghanistan.
"Pada petengahan tahun depan, kita harus membalikkan keadaan dalam melawan pemberontakan," paparnya. Dia mengungkapkan dukungan untuk perluasan pasukan keamanan Afghanistan. "Kami setuju anggota Angkatan Bersenjata Nasional Afghanistan akan mencapai 134.000 pada Oktober 2010 dan menjadai 171.600 pada Oktober 2011.
Dan, kami juga berkomitmen mendukung rencana reformasi kepolisian dengan anggota polisi nasional Afghanistan mencapai 109.000 pada Oktober tahun ini dan 134.000 pada Oktover 2011," jelasnya.
Angka-angka itu kalau dijumlahkan akan menjadi 300.000 dan merupakan angka yang lebih besar daripada jumlah anggota pasukan koalisi yang saat ini bertugas di Afghanistan. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/Koran SI)(//rhs)