Getting Time...

Mantan PM Inggris Hampir Diciduk Pendemo

Fajar Nugraha
Sabtu, 30 Januari 2010 13:05 wib
Tony Blair (Foto: BBC)
Tony Blair (Foto: BBC)
LONDON - Pendemo anti perang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian Kota London, Inggris. Sebelumnya pendemo berusaha menangkap mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair usai memberikan keterangan mengenai Perang Irak.

Grace McCann harus menghadapi kenyataan jika dirinya kini harus mendekam di penjara. Aksinya yang berusaha melakukan penangkapan atas nama rakyat kepada mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, berakhir dengan kegagalan.

McCann melakukan aksinya ini sehari setelah Tony Blair menyerahkan bukti-bukti yang mendukung legalitas perang di Irak. Namun perempuan tersebut meyakini jika Perang Irak tidak berdasarkan atas hukum.

"Saya amat meyakini jika perang di Irak merupakan aksi ilegal," menurut Grace McCann seperti dikutip Sky News, Sabtu (30/1/2010).

McCann mengaku dirinya terinspirasi melakukan aksi tersebut setelah membaca pengumuman dari website, arrestblair.org. Website tersebut menawarkan hadiah kepada siapapun yang berhasil melakukan penangkapan atas nama rakyat terhadap Tony Blair, yang dianggap melakukan kejahatan perang di Irak. Website ini sendiri dibuat oleh kelompok LSM Stop The War Coalition.

Sementara dalam keterangan yang diberikan kepada panel penyidik Perang Irak yang dipimpin oleh Sir John Chilcot, mantan Perdana Menteri, Tony Blair membela keterlibatan Inggris pada Perang Irak.

Blair yang menjabat sebagai Perdana Menteri selama kurun waktu 1997-2007 tersebut menyebutkan Perang Irak membuat dunia lebih aman. Ia pun menyatakan tidak menyesal menjatuhkan Saddam Hussein dari kursi Presiden Irak. Politisi Partai Buruh tersebut menganggap Saddam Hussein sebagai monster yang mengancam keamanan dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Blair menepis adanya perjanjian rahasia dengan Presiden Amerika Serikat George W Bush, saat Inggris menyatakan bergabung dengan AS dalam perang di Irak.

Sementara pihak oposisi menilai sikap Blair yang tidak menunjukan rasa penyesalan atas Perang Irak, membuat pria berusia 56 tahun tersebut akan diingat dalam sejarah Inggris sebagai salah satu pelaku utama Perang Irak yang dianggap ilegal dan tidak bermoral. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit