Getting Time...

Hakim di Thailand Diancam Dibunuh

Fajar Nugraha
Senin, 01 Februari 2010 10:06 wib
Hakim kasus korupsi Thaksin Sinawatra diancam dibunuh (Foto: Times)
Hakim kasus korupsi Thaksin Sinawatra diancam dibunuh (Foto: Times)
BANGKOK - Hakim serta petugas penyelidik anti korupsi Thailand mendapatkan ancaman pembunuhan. Diduga ancaman ini terkait dengan kasus pembekuan aset milik mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Sinawatra senilai 76 juta baht atau sekira Rp21,4 miliar (Rp282 per baht).

Rencananya pembekuan aset milik Thaksin ini akan divonis pada 26 Februari mendatang. Untuk itu analis militer Thailand Khattiya Sawasdipol menyatakan, pihak hakim dan penyelidik untuk menanggapi serius ancaman tersebut.

"Hakim harus berhati-hati sebelum dan sesudah keluar vonis, karena adanya ancaman untuk menembak mati hakim yang berkaitan dengan kasus Thaksin," ucap Sawasdipol, seperti dikutip Associated Press, Senin (1/2/2010).

Sawasdipol menambahkan, jika adanya oknum yang menyewa pembunuh profesional akan melakukan hal tersebut. Analis militer tersebut juga menyebutkan jika kalangan pendukung Thaksin yang fanatik tidak akan menerima keputusan hukum, karena mereka terpaku dengan sentimen patriotis yang mereka lihat dari Thaksin.

Setelah ancaman pembunuhan tersebut diungkap oleh mantan Jenderal tersebut, Pemerintah Thailand meminta pihak pengadilan serta penyidiki internasional untuk tetap melaksanakan tugas mereka dengan baik, tanpa ada rasa takut.

Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva yang saat ini sedang berada di Davos, Swiss, dalam menghadiri forum ekonomi dunia, menyatakan jika pemerintah akan memberikan jaminan keamanan kepada hakim dan penyidik yang menangani kasus Thaksin.

PM Abhisit juga menginstruksikan pihak berwenang Thailand untuk mengusut klaim dari Sawasdipol tersebut, yang bisa saja dikeluarkan dengan maksud mengintimidasi jalannya proses pembekuan aset Thaksin Sinawatra. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit