Getting Time...

Israel Disiplinkan Pejabat Militernya

Fajar Nugraha
Senin, 01 Februari 2010 17:26 wib
Israel gunakan bom fosfor saat perang 2008 lalu (Foto: AFP)
Israel gunakan bom fosfor saat perang 2008 lalu (Foto: AFP)
TEL AVIV - Militer Israel mendisiplinkan dua petinggi militer mereka. Kedua petinggi militer tersebut sebelumnya terbukti menyetujui penggunaan fosfor putih saat melakukan serangan di Gaza akhir 2008 lalu.

Lewat Pengadilan Militer Israel, Komandan Divisi Gazam Eyal Eisenberg dan Komandan Brigade, Ilan Malka dianggap telah mengancam nyawa manusia dengan menembakan senjata yang menyebabkan kebakaran di sebuah penampungan yang dimiliki oleh PBB.

Meski dimasukan dalam proses disiplin, namun tidak jelas hukuman yang akan dijatuhkan bagi kedua petinggi tersebut. Sementara hukuman ini merupakan jawaban dari penyelidikan PBB atas serangan Israel ke wilayah Gaza pada 2008 lalu. Penyelidikan ini sendiri dipimpin oleh Hakim Afrika Selatan Richard Goldstone. Demikian diberitakan Al Jazeera, Senin (1/2/201).

Laporan penyelidikan yang dikeluarkan oleh Goldstone sendiri berisikan kritikan pedas kepada militer Israel yang melakukan serangan kepada warga Palestina di Gaza. Goldstone juga melaporkan aksi-aksi yang dilakukan oleh Pejuang Hamas yang memegang kendala atas Gaza sejak  2007 lalu.

Sementara kelompok HAM internasional menuduh militer Israel menggunakan bom fosfor yang dapat menyebabkan luka bakar, terhadap warga sipil Palestina. Namun pihak militer Israel berdalih jika bom serupa juga sering dipakai oleh negara-negara barat. Militer negara Yahudi tersebut juga menyatakan, jika bom fosfor tersebut hanya dilancarkan ke arah wilayah terpencil Gaza.

Berakhirnya serangan Israel yang juga dikenal dengan Operasi Cast Lead, Pimpinan Militer Israel Gabi Ashkenazi memerintahkan, untuk membentuk lima komite penyelidikan atas perang. Salah satu komite tersebut bertugas menyelidiki penggunan bom fosfor dalam perang yang menewaskan sekira 1.500 warga Palestina tersebut.

Hasilnya dua petinggi militer mereka kini terpaksa mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, karena terbukti terlibat memerintahkan menggunakan bom fosfor.

Tetapi suara beragam yang menanggapi hasil penyelidikan ini tetap ada. Analis dari Al Jazeera, Jacky Rowland menekankan, jika Israel melakukan penyelidikan ini melalui internal mereka sendiri, tanpa melibatkan penyelidikan independen.

Sementara mengenai perang di akhir 2008 tersebut, Israel tidak menyentuh aspek-aspek pelanggaran lainnya kecuali penggunaan bom fosfor. Sedangkan analis politik dari harian Israel Haaretzm menyatakan, jika ini merupakan pertama kalinya Israel mengakui kesalahan mereka, meskipun harus ditekan oleh dunia internasional terlebih dulu. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit