Getting Time...

Senjata Korut Diselundupkan ke Iran?

Hermanto
Senin, 01 Februari 2010 17:33 wib
Image : Corbis.com
Image : Corbis.com
BANGKOK - Thailand menyatakan, sebuah pesawat berisi senjata Korea Utara terbang menuju Iran. Hingga saat ini tujuan utama dari pesawat tersebut masih belum diketahui.

Otoritas Thailand merazia pesawat kargo Ilyushin Il-76 berisikan lima awak pesawat itu, ketika mendarat untuk mengisi bahan bakar dari penerbangan Pyongyang pada 12 Desember. Dalam razia itu, ditemukan 35 ton senjata dalam pesawat.

Pemerintah Thailand melaporkan kepada Dewan Keamanan PBB, mengenai informasi yang beredar di kalangan wartawan New York, bahwasanya pesawat dengan tujuan Bandara Mahrabad Teheran telah melanggar sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Tetapi juru bicara pemerintahan Thailand Panitan Wattanayarkorn mengatakan, keterangan yang menyebutkan senjata tersebut menuju Iran adalah hal yang tidak benar.

"Laporan mengatakan, bahwa tujuan pesawat tersebut terbang hanya mengacu pada jadwal penerbangannya, akan tetapi tidak mengatakan arah tujuannya senjata itu. Hal tersebut masih dalam penyelidikan, para tersangka pun sedang berada dalam pengawasan kami," ujarnya.

Awak pesawat yang berjumlah lima orang itu terdiri dari empat berasal dari Kazakhstan dan satu lagi berasal dari Belarus. Mereka masih berada dalam tahanan. Para awak pesawat tersebut dikenai pasal kepemilikan senjata secara ilegal. "Akan tetapi dakwaan tersebut akan dikeluarkan setelah penyelidikannya rampung," ujar salah seorang polisi.

Senjata yang ditemukan dalam pesawat tersebut dilaporkan berupa senjata tempur ringan, termasuk granat (yang hampir tidak mungkin bagi Iran yang memiliki persenjataan modern membutuhkannya).

Pada awalnya terdapat dugaan bahwa senjata tersebut dikirimkan kepada kelompok radikal Timur Tengah yang didukung oleh Teheran.

PBB menjatuhkan sanksi pada Juni dengan melarang Korea Utara untuk mengekspor segala jenis senjata setelah rezim komunis tersebut meluncurkan percobaan nuklir.

Korea Utara diduga mendapatkan penghasilan yang tinggi dari penjualan rudal dan senjata lainnya ke negara seperti Iran, Siria, dan Myanmar.(rhs)
TWITTER »
twit