Warga Iran mengusung poster Khomeini. (Foto: Corbis.com)
WARGA Iran menyambut kembalinya Khomeini setelah 15 tahun di pengasingan, tepat pada pukul 09.33 pagi saat pesawatnya menyentuh landasan Bandara Mehrabad, Teheran, 1 Februari 1979.
Senin 1 Februari waktu setempat seluruh sekolah, kereta api, dan kapal, membunyikan klakson mereka untuk mengenang kembali momen bersejarah tersebut.
Sedangkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan pejabat senior lainnya memberi penghormatan kepada Khomeini di makamnya di selatan Teheran. Peringatan kemarin mengawali 10 hari perayaan yang akan mencapai puncaknya pada 11 Februari,ulang tahun ke-31 runtuhnya pemerintahan syah yang didukung Amerika Serikat (AS). Syah telah berkuasa di Iran selama empat dekade, namun para pemimpin syah melarikan diri keluar negeri, dua pekan sebelum Khomeini kembali ke Teheran.
Saat tiba di Iran dengan pesawat Air France, 31 tahun silam, Khomeini yang saat itu berusia 76 tahun, berjanji mendirikan pemerintahan baru di Iran. “Saya akan memilih pemerintahan (baru). Saya akan menjatuhkan pemerintahan (syah) ini,”tegas Khomeini saat berpidato 31 tahun silam di pemakaman Behesht Zahra, Teheran, merujuk pada pemerintahan syah terakhir yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Shahpour Bakhtiar.
Khomeini merupakan ulama kharismatik yang menjadi pemimpin tertinggi Iran dan memegang posisi itu hingga dia meninggal dunia pada 1989. Selama pemerintahannya, Iran mengalami konflik berdarah dengan Irak yang saat itu dipimpin Saddam Hussein. Lebih dari satu juta orang tewas di kedua pihak selama konflik tersebut. Khomeini melabeli AS dengan sebutan “Setan Besar” dan hubungan diplomatik kedua negara memburuk saat pemerintahannya.
Hubungan antara Iran dan AS pun memburuk pada pemerintahan Ahmadinejad saat ini. Ketegangan antara Iran dan Barat saat ini terkait program nuklir Teheran. Barat menuduh Iran berusaha membuat bom atom melalui program nuklirnya. Namun,Teheran menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai untuk menghasilkan listrik sehingga dapat mengekspor lebih banyak minyak dan gas bumi.
“Saya yakin rakyat Iran akan melakukan sesuatu pada 11 Februari yang akan mengecewakan musuh-musuh dan semua tiran. Tahun ini akan tampak jelas kegagalan kapitalisme, liberalisme tak berperikemanusiaan,dan awal globalisasi revolusi Islam,” papar Ahmadinejad dalam pidato singkat di pemakaman kemarin.
Saat pidato utama dalam peringatan yang digelar di pemakaman Behesht Zahra, anggota parlemen Iran Gholam Ali Haddad Adel menegaskan, rakyat Iran tetap memegang teguh komitmen yang dibuat 31 tahun silam. (AFP/Rtr/syarifudin)(Koran SI/Koran SI/rhs)