ilustrasi : Ist
BRISBANE - Seorang gadis remaja muslim dituduh telah menusuk sampai mati ibunya, sekaligus berupaya mencoba membunuh ayahnya. Insiden yang terjadi di Brisbane, Australia, tersebut terjadi lantaran keinginan gadis tersebut untuk pergi bersama pacarnya ke Sidney, ditolak oleh kedua orang tuanya.
Kaihana Tahseen Hussain mengaku, tidak bersalah di depan Pengadilan Tinggi Brisbane, setelah dirinya dituduh telah menusuk sampai ibunya, Shaheda Hussain, serta berupaya membunuh ayahnya Dr Muhammad Hussain.
Dalam pengadilan pengacara keluarga Hussain, Michael Byrne menyatakan, jika Kaihana menggiring kedua orang tua ke kamar tidurnya dengan kondisi kedua mata orang tuanya ditutup kain. Aksi itu dilakukan dengan maksud memberikan kejutan hadiah ulang tahun kepada kedua orang tua Kaihana. Tetapi saat keduanya tiba di kamar, gadis berusia 20 tahun tersebut langsung menusuk keduanya dari belakang.
Beruntung bagi ayah Kaihana, yakni Dr Hussein yang mampu menyelamatkan diri dari serangan putrinya sendiri meski tusukan pisau sempat juga mendarat ditubuhnya. Tetapi dia harus menghadapi kenyataan jika istrinya telah tewas berlumuran darah akibat luka tusukan. Demikian diberitakan AAP, Selasa (2/2/2010).
Saat melakukan aksi penusukan tersebut, pelaku juga berteriak kepada kedua orang tuanya untuk mati. Menurut pengacara keluarga Hussain, insiden ini terjadi karena kesabaran putri keluarga Hussain sudah mencapai titik kulminasi, akibat aturan disiplin yang terlalu ketat di keluarganya.
Selain itu keinginan Kaihana untuk pindah bersama pacarnya ke Sidney dan berpindah agama dari Islam ke Kristen yang dilarang keras oleh kedua orang tuanya, juga menjadi alasan utama dari aksi penusukan ini.
Namun tuduhan tersebut dibantah oleh pengacara Kaihana, Dennis Lynch. Lycnh justru menuduh Dr Hussain yang melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Hal itu diperkuat adanya DNA milik Dr Hussain pada pisau sepanjang 20 centimeter yang digunakan dalam aksi ini.
Lynch juga menyebutkan, jika ayah dari kliennya tersebut sempat memberikan kesaksian saat masih dirawat di rumah sakit. Saat itu Dr Hussain mengatakan, jika anaknya menusuk dirinya setelah dirinya melukai ibu dari Kaihana.
Pihak pengacara pelaku sendiri menanggap jika kredibilitas Dr Hussain, yang menyebutkan anaknya sebagai pelaku penusukan, menjadi inti dari kasus menghebohkan ini. Hingga kini pengadilan atas kasus tersebut masih terus berlangsung. (faj)(rhs)