Getting Time...

Pentagon Kaji Ulang Larangan Gay di Militer

Fajar Nugraha
Rabu, 03 Februari 2010 11:17 wib
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa
WASHINGTON - Menteri Pertahanan AS Robert Gates akan mengkaji ulang larangan gay dalam tubuh dinas militer AS. Pengkajian yang akan belangsung selama satu tahun tersebut, memasukan tata cara pencabutan pelarangan kaum gay yang ingin mengabdi kepada negaranya.

Menhan Robert Gates sendiri akan berbicara di depan panel Senat AS mengenai rencana pencabutan pelarangan, sekaligus menentukan langkah sementara guna meredam kebijakan yang biasa dikenal di kalangan militer AS sebagai 'Don't Ask, Don't Tell". Gates akan mengatur beberapa ketentuan, agar hukum yang mendukung pelarangan tersebut dapat diaplikasikan dengan adil.

"Menhan Gates akan menunjuk pejabat dua pejabat sipil senior Pentagon, serta seorang pejabat senior lainnya yang akan memimpin pengawasan pengkajian ulang kebijakan tersebut, yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan," ucap seorang pejabat Dephan AS, seperti dikutip AFP, Rabu (3/2/2010).

Robert Gates dan Pimpinan Militer Gabungan AS Laksamana Michael Mullen, rencananya akan melakukan pertemuan guna membicarakan isu sensitif ini, sebelum rapat dengar pendapat bersama anggota Kongres AS.

Pertemuan yang dilakukan sebelum rapat dengan Komite Persenjataan Senat AS, menandakan usaha awal dari Pemerintahan Presiden Barack Obama untuk mengubah kebijakan yang dianggap mendisrkiminasi kaum tersebut. Namun perubahan tersebut masih belum jelas, mengingat kesiapan Senat AS untuk menyetujui undang-undang yang mendukung kebijakan tersebut.

Gates bersama Laksamana Mullen memperingatkan senat rencana mengintegrasikan kaum gay dan lesbian dalam militer AS ini dapat memakan waktu 1 tahun. Sebelumnya kebikan "Don't Ask, Don't Tell" yang dikeluarkan pada 1993 lalu tersebut, menyebutkan jika anggota militer AS yang memang gay diharuskan menyembunyikan orientasi seks mereka atau diancam keluar dari dinas kemiliteran AS.

Sementara pengkajian ulang ini nantinya akan menentukan apakah anggota militer AS yang gay akan menghadapi pembatasan mengungkapkan orientasi seksual mereka saat bertugas, sekaligus menentukan apakah Pentagon akan memberikan kompensasi kepada pasangan mereka jika mereka tewas dalam tugas.

Selain itu kebijakan baru yang dihasilkan dari kaji ulang tersebut akan menentukan apakah personil militer gay akan berbagi tempat tinggal dengan personil militer yang orientasi seksnya normal. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit