Getting Time...

Selamat Datang Teknologi Roket Baru

Hermanto
Kamis, 04 Februari 2010 15:11 wib
Foto : AFP.
Foto : AFP.
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan menghentikan proyek senilai USD100 miliar program ruang angkasa AS untuk dialihkan pada program teknologi yang baru pada teknologi roket.

Misi ke bulan yang telah menghabiskan dana sebesar USD9,1 miliar, menggunakan teknologi lama dan juga mengunjungi lokasi yang sama pula.

Pimpinan NASA sebelumnya, dalam perencanaan ke bulan sebelumnya, menamakan proyek tersebut dengan “Apolo di Atas Asteroid." Roket tersebut menggunakan tenaga pendorong.

Dana sebesar USD4 miliar per tahun yang telah dikeluarkan oleh NASA akan dialihkan kepada perubahan yang disebut oleh pihak NASA dan disebut oleh Gedung Putih sebagai perubahan drastis dalam peroketan, termasuk dalam pengisian bahan bakar di luar angkasa.

Pada akhirnya teknologi tersebut akan digunakan untuk mengirim para astronot ke wilayah asteroid terdekat, atau bulan di wilayah Planet Mars.

Mantan Presiden George W Bush mengajukan misi pada 1 Februari 2003 silam, hingga akhirnya pesawat luar angkasa Columbia mengalami kecelakaan dan menelan tujuh korban.

"Ini adalah perubahan yang sangat penting," ujar profesor astronotika di MIT Ed Crawley, yang memiliki peranan penting bagi masa depan pesawat luar angkasa, seperti dikutip Associated Press (AP), Kamis  (4/2/2010).

Crawley mengatakan, rencana Bush pada waktu itu telah dipikirkan dengan matang, namun teknologi dan dana yang ada masih kurang mendukung.

Selain mengalihkan pendanaan kepada teknologi baru, NASA mendapatkan dana segar sebesar USD6 billion dalam lima tahun ke depan untuk mendorong perusahaan swasta membuat pesawat luar angkasa agar nantinya dapat disewa oleh NASA.

Banyak dari perusahaan tersebut didirikan oleh para pencetus Internet, seperti Blue Origin, yang dikepalai oleh pendiri situs Amazon Jeff Bezos. Perusahaan lainnya adalah SpaceX, yang didirikan oleh pendiri situs PayPal Elon Musk.(rhs)
TWITTER »
twit