Getting Time...

Anwar Tantang PM Najib

Kamis, 04 Februari 2010 09:16 wib
Anwar Ibrahim (Foto: AFP)
Anwar Ibrahim (Foto: AFP)
KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kemarin menantang Perdana Menteri (PM) Najib Razak dan istrinya Rosmah Mansor agar berani bersaksi di sidang kasus sodomi yang dihadapinya.

Anwar menantang Najib dan istrinya untuk membuktikan bahwa pemimpin oposisi Malaysia itu benar-benar melakukan sodomi sebagaimana dituduhkan mantan pembantunya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan. Anwar mengaku tidak gentar terhadap kesaksian yang bakal terlontar dari mulut Najib dan istrinya.

Sementara, pemerintah menegaskan tidak terlibat dalam keputusan untuk memperkarakan kasus ini. "PM dan istrinya tidak ada hubungannya dengan kasus ini," ujar seorang juru bicara pemerintah Malaysia menanggapi komentar Anwar. Saat ditemui AFP, sebelum menjalani sidang, Anwar menyebut kasus sodomi yang menimpanya saat ini merupakan "mesin permainan kotor yang dioperasikan para koruptor".

Jika dinyatakan bersalah, Anwar bakal menghadapi tuntutan 20 tahun penjara. Kasus sodomi kali ini bukanlah yang pertama bagi Anwar. Sepuluh tahun lalu, Anwar yang masih berstatus sebagai deputi perdana menteri Malaysia juga menghadapi tuduhan serupa.

Dia dinyatakan bersalah, dan diganjar dengan hukuman sembilan tahun penjara. Enam tahun kemudian, Mahkamah Agung menyatakan dirinya tidak bersalah, dan Anwar pun bebas. Kasus muncul diduga karena ada perselisihan politik antara Anwar dan bosnya, PM saat itu Mahathir Mohamad. Hingga kini, Anwar tetap yakin bahwa kasus yang menimpa dirinya menyimpan motif politik.

Di depan ruang pengadilan, Anwar juga berbicara tentang kemungkinan adanya konspirasi pemerintahan demi menggulingkan karir politiknya. Ruang pengadilan tampak lebih ramai dari biasanya. Sedikitnya 300 pendukung Anwar datang ke gedung pengadilan untuk memberikan dukungan bagi pemimpin mereka.

Mereka saling sahut-menyahut meneriakkan kata "Reformasi!" dan "Allah Maha Besar". Salah satu pendukung Anwar, Tian Chua menuturkan, ratusan orang berkumpul di gedung pengadilan untuk menuntut keadilan yang seharusnya didapatkan oleh pemimpin mereka.

"Anwar menerima ketidakadilan. Kami akan berada di sini setiap hari hingga persoalan trentang ketidakadilan ini selesai," tegasnya. Di antara ratusan pendukung Anwar, tampak pula sejumlah perwakilan negara asing yang selama ini dekat dengannya.

Mereka adalah diplomat asal Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Jepang dan Inggris. Bagi Anwar, kehadiran perwakilan negara asing dalam persidangan ini menunjukkan kombinasi persepsi atas ''ketertarikan, kepedulian dan kemuakan'' terhadap pengadilan Malaysia. Kelantangan Anwar langsung disambut teriakan oleh para pendukungnya: ''keadilan untuk Malaysia, keadilan untuk Anwar''.

Setelah forum dengar publik selesai, persidangan ditangguhkan hingga pukul 12.30 waktu setempat (11.30 WIB). Hakim menangguhkan proses persidangan untuk memberi kesempatan kepada pengacara untuk mempersiapkan manuver selanjutnya, yaitu bukti laporan medis dan rekaman CCTV. "Hakim tidak boleh memutuskan perkara tanpa bukti.

Anwar mestinya diperbolehkan naik banding," ujar pengacara Anwar, Sankara Nair dalam salah satu pembelaannya. Dukungan bagi Anwar juga datang dari kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty International. Mereka mengaku kecewa dengan ketidakadilan yang mesti diterima Anwar.

Kelompok pembela HAM tersebut mengingat bagaimana perlakuan petugas kepolisian pada sidang sodomi pertama Anwar di tahun 1998. Menurut mereka, Anwar tampil dalam persidangan dengan kondisi yang buruk. Matanya bengkak dan kehitam-hitaman karena sebelumnya dipukul oleh petugas kepolisian.

"Pemerintah Malaysia telah menggunakan cara-cara licik dan licin untuk menggulingkan pemimpin oposisi dari ranah perpolitikan," ujar direktur Amnesty International Asia-Pasifik, Sam Zarifi yang ditemui pekan lalu.

Sementara itu ayah Saiful, Azlan Mohamad Lazim menegaskan putranya siap menghadapi proses persidangan terhadap Anwar. Azlan membenarkan kabar bahwa Saiful menghubungi Najib untuk melaporkan sodomi yang dilakukan Anwar. Namun, Azlan tidak mengomentari kebenaran tuduhan pertemuan Saiful dan Najib. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/Koran SI)(//rhs)
TWITTER »
twit