o1 o2

International


Iran Optimistis Capai Sepakat

Minggu, 7 Februari 2010 - 07:28 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Foto: Corbis.com

MUNICH - Iran optimistis akan segera mencapai kesepakatan dengan Barat terkait program nuklir kontroversialnya. Namun, Barat masih skeptis dengan pencapaian persetujuan dengan Teheran.

Berbicara di hadapan Kelompok P5+1 yang terdiri atas lima negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, China, Rusia, dan Prancis,plus Jerman,Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menolak untuk bekerja sama dengan dunia internasional. Dalam pertemuan di Munich, Jerman itu, Mottaki juga menjelaskan pengiriman uranium rendah (LEU) yang diminta dunia Barat akan segera terealisasi. Sesuai kesepakatan di Jenewa, Oktober silam, Dunia Barat meminta Iran untuk mengirim 70 persen uranium rendahnya (LEU) atau sekitar 1,2 ton ke Prancis dan Rusia.

Prancis akan mengubah LEU ini menjadi inti bahan bakar mesin isotop untuk pengobatan kanker. Pengiriman LEU ini dinilai sebagai jalan tengah terhadap perbedaan dua pandangan atas program pengayaan uranium Iran.Namun, pada Januari silam secara mendadak Teheran menolak untuk mengirim LEU karena keberadaan AS dalam kesepakatan itu. ”Melihat kondisi yang sudah tercapai seperti saat ini, saya yakin Iran dan Barat sedang menuju kesepakatan final yang bisa diterima semua pihak,” tutur Mottaki. Pertemuan di Munich itu melibatkan diplomat senior dari enam negara yang selama ini terlibat dalam penyelesaian soal nuklir Iran.

Mottaki membantah keras anggapan banyak pihak yang mengatakan, Iran tidak mau bekerja sama dengan negara 5P+1. Mottaki menambahkan, salah satu kunci penting dalam mencapai kesepakatan pengiriman nuklir adalah diizinkannya Iran untuk menentukan berapa banyak uranium yang akan dikirim.

”Kami meminta agar negara yang akan menggunakan LEU kami memberitahukan jumlahnya dan jumlah yang akan mereka kirim kembali seharusnya sesuai kebutuhan kita,” papar Mottaki.

Berbeda dengan Mottaki, negara 5P+1 justru semakin skeptis dengan tercapainya kesepakatan soal nuklir Iran.

Jerman yang diwakili Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle mempertanyakan keseriusan Iran dalam penyelesaian kontroversi nuklir itu. ”Kita masih terus memberi perhatian besar terhadap kasus Iran,tapi sejauh ini kami belum mencapai kesepakatan apa pun,” ujar Westerwelle. Skeptisisme juga dituturkan Penasihat Keamanan Nasional AS Jenderal James Jones.

Seperti Presiden AS Barack Obama, Jones juga tetap mendengungkan wacana pemberian sanksi yang lebih berat kepada Iran karena yakin negara tersebut menghindari jalur dialog.

Rencana pemberian sanksi ini mendapat hambatan berat karena China menolak keras hal itu.China yang memang dikenal pro-Iran menegaskan bahwa pemberian sanksi tidak akan menyelesaikan masalah. China juga percaya Iran masih membuka pintu dialog bagi penyelesaian nuklirnya. (AFP/BBC/WashingtonPost /maesaroh)(Koran SI/Koran SI/rhs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4