Puji Etos Kerja SDM Indonesia

Minggu, 07 Februari 2010 08:54 wib | Koran SI - Koran SI

HUBUNGAN Indonesia dan Taiwan, terutama dalam bidang ekonomi, telah berjalan lama. Perdagangan antara Indonesia dan Taiwan berjalan dengan baik dan terus berkembang.

Tak hanya itu, kerja sama Indonesia dan Taiwan telah juga berkembang ke bidang lain, yaitu pendidikan. Bidang kerja sama yang baru ini tampaknya akan banyak membuka peluang kerja sama di bidang lain bagi Indonesia dan juga Taiwan. Selain pendidikan, Taiwan juga melirik beberapa bidang kerja sama lain di Indonesia. Seperti apa sajakah kerja sama yang akan dikembangkan? Bagaimana Taiwan menghadapi kebijakan One China yang diterapkan Pemerintah Indonesia? Perwakilan Kantor Dagang Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia, Andrew Li-Yan Hsia, membeberkan semuanya secara khusus kepada harian Seputar Indonesia (SI).

Seperti apakah kondisi hubungan perdagangan Taiwan di Indonesia akhir-akhir ini di mana dunia baru saja memulihkan diri dari resesi dan adanya kesepakatan perdagangan bebas China dan ASEAN khususnya?

Perkembangan ekonomi dunia akhir-akhir ini melambat. Sebagai salah satu kawasan eksportir, kami mesti membenahi sektor perdagangan dengan kerja ekstrakeras. Ketika perekonomian Amerika Serikat (AS) dan Eropa jatuh, kami berusaha untuk tetap bertahan. Ditambah lagi, kompetisi perdagangan dalam pasar Asia, khususnya China, sangat ketat. Kami harus bersaing dengan kompetitor terbaik Asia, yaitu Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan China. Selain itu, kami juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi free trade agreement (FTA) regional Asia.

Untuk itu, kami merangkul beberapa pengusaha Taiwan untuk menanam investasi di Indonesia. Sebab, menurut kami, investasi yang baik sanggup mendukung perdagangan yang kian mapan pula. Kami berharap, akhir tahun ini pendapatan kerja sama perdagangan Indonesia dan Taiwan akan meningkat, sedikitnya sebanyak 4,5–4,6 persen. Tidak ada kata “tidak”jika kita ingin memajukan perdagangan seperti yang sudah dicapai China.

Apakah Taiwan akan menambah investasi di Indonesia?

Ya, tentu saja. Kami punya beberapa proyek investasi. Salah satunya yang sudah saya katakan, Taiwan akan mengirim beberapa pebisnis ulung ke Indonesia. Mereka telah menyatakan kesediaan untuk datang kemari. Saya juga yakin, suatu hari pengusaha Taiwan dan Indonesia pasti bisa bertemu langsung dan mengadakan kerja sama. Peluang selalu ada asal kualitas sumber daya manusia (SDM) juga baik. Untuk mempererat tali kerja sama, Indonesia dan Taiwan juga merilis beberapa memorandum of understanding (MoU).

Dalam industri ritel, kami akan meluncurkan produk jus jeruk kemasan. Saya juga mengunjungi Bandung,Tangerang, dan Medan untuk meninjau industri tekstil. Perusahaan kami tergolong kecil. Untuk itu, kami harus bekerja keras agar masyarakat Indonesia dapat mengenal investasi kami di sini.

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang menjanjikan untuk kerja sama masa depan. Apakah Taiwan memiliki rencana untuk melakukan kerja sama di bidang pendidikan dengan Indonesia?

Untuk mendapatkan SDM yang baik, kita perlu edukasi yang baik. Untuk mewujudkan tujuan itu, saat ini Indonesia dan Taiwan tengah menyusun beberapa program pertukaran bahasa dan ilmu pengetahuan. Jika berbicara tentang kemapanan dalam bidang ekonomi, edukasi adalah kuncinya. Anda tahu, Indonesia adalah salah satu negeri yang kaya SDM dan sumber daya alam (SDA).

Menyadari edukasi adalah kunci dari semua keberhasilan, Taiwan pun menyekolahkan pelajarnya ke Jepang dan Amerika Serikat (AS). Tujuannya agar pelajar kami mau belajar dari bangsa lain yang lebih maju dan nantinya pulang ke Taiwan untuk mengaplikasikan ilmu dan memajukan kawasan. Khusus untuk Indonesia, saat ini kami juga mengusahakan program beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk belajar di Taiwan.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, bahasa China atau Mandarin telah menjelma menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Di Indonesia, perkembangan bahasa ini juga cukup pesat. Bagaimana pendapat Anda dengan perkembangan bahasa Mandarin di Indonesia?

Ya, memang benar. Bahasa Mandarin sudah menjadi bahasa yang mendunia. Bahasa ibu kami bahkan dicantumkan dalam kurikulum di sejumlah sekolah di AS dan Inggris. Kami berharap, pelajar Indonesia mau mempelajari bahasa Mandarin agar tidak tertinggal dari bangsa lain.

Indonesia banyak mengirimkan tenaga kerja ke Taiwan. Menurut Anda, seperti apakah para pekerja Indonesia di Taiwan? Adakah yang perlu ditingkatkan agar mereka tidak ketinggalan dengan pekerja dari negara lain?

Menurut saya, SDM Indonesia sudah bagus. Etos kerja bangsa Indonesia juga baik. Orang-orang Indonesia merupakan kelompok yang terbuka dan berani maju. Lihat saja Taiwan, kami memiliki SDM yang sangat minim. Tapi kami berusaha untuk mengatasi ketertinggalan kami. Saya ingin melihat generasi muda dari dua kawasan bertemu dan saling bertukar pengetahuan.

Taiwan adalah salah satu pemimpin teknologi dunia. Salah satu produknya yang terkenal adalah komputer dan notebook Acer. Sementara Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pengguna produk teknologi yang besar. Melihat kondisi ini, apakah di masa depan Taiwan akan membuat kerja sama di bidang teknologi dengan Indonesia?

Ya, tentu saja. Kami berharap bisa mempertemukan pengusaha bidang teknologi dari kedua kawasan. Dalam beberapa waktu mendatang, kami akan mendatangkan pengusaha teknologi Taiwan ke Indonesia. Kami menjual beberapa produk telepon genggam dan unit ICT di Indonesia, termasuk Acer. Untuk memajukan teknologi, Indonesia dan Taiwan harus punya level pemahaman yang baik. Saya pun yakin, Indonesia dan Taiwan sudah memilikinya (level pemahaman yang baik).

Apakah Taiwan juga tertarik menanamkan investasi di bidang pariwisata di Indonesia? Sebab, selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu negara tujuan pariwisata dunia.

Hingga kini belum ada, tetapi kami berharap kedua kawasan segera mengikat diri dalam kerja sama bidang pariwisata. Saya pernah berkunjung ke Bali. Saya menginap di sebuah resor. Ya, Indonesia memiliki pulau-pulau yang indah. Indonesia adalah negeri yang atraktif karena mampu menarik wisatawan untuk mengunjungi keindahan pulau-pulaunya. Saya rasa Indonesia harus mengeksplorasi Bali lebih dalam lagi. Kerja sama itu memang belum terwujud. Saya juga belum bisa memberikan detailnya. Namun kami berharap agar Indonesia dan Taiwan segera melancarkan program pariwisata.

Bisa diceritakan bagaimana kondisi hubungan China dan Taiwan saat ini?

Kami sudah mengadakan negosiasi tingkat tinggi dengan China. Kami ingin membuktikan bahwa Taiwan mampu berdiri sebagai kawasan mandiri. Hingga kini, setiap hari Taiwan mampu menjaring ribuan wisatawan. Untuk itu, kami bekerja sama dengan beberapa negara sekaligus merilis sejumlah persetujuan kerja sama.

Indonesia selama ini memberlakukan One China Policy (Kebijakan Satu China). Bagaimana pendapat Anda tentang kebijakan itu? Bagaimana pengaruhnya terhadap ikatan kerja sama antara Indonesia dan Taiwan?

Ya. Itulah sebabnya Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Yang ada hanya hubungan perdagangan.

Taiwan menjadi pembicaraan hangat setelah mengadili mantan Presiden Chen Shui-bian karena kasus korupsi. Ini merupakan langkah yang sangat baik untuk pemberantasan korupsi. Bagaimana pendapat Anda?

Ya, mantan presiden kami merupakan sosok berpendidikan tinggi. Dia pernah menjadi pengacara. Walau dia adalah pemimpin kami, keadilan harus tetap ditegakkan. Sejujurnya, saya sangat mengenal sosok Shui-bian. Secara personal, kami sangat dekat. Kami harap, peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi bangsa lain yang ingin menuntaskan kasus korupsi. (Koran SI/Koran SI/mbs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »