Getting Time...

Palin Kecam Keras Obama

Senin, 08 Februari 2010 08:57 wib
Foto : Corbis.com
Foto : Corbis.com
NASHVILLE - Mantan kandidat wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Sarah Palin memberikan “pukulan telak” pada Presiden AS Barack Obama dalam konvensi Tea Party.

Ini merupakan pidato Palin dalam konvensi Tea Party pertama di Negeri itu yang bisa menjadi awal bertambah kuatnya kubu penentang Obama. Kecaman Palin semakin panas ketika dia dengan lantangnya menyebut anggaran 2011 Presiden Obama itu tidak bermoral dan akan menambah utang AS.

“Mudah dimengerti mengapa rakyat AS menggelengkan kepala saat Washington akhirnya memutus kepercayaan yang sudah diberikan rakyat AS kepada mereka,” ujarnya di depan anggota konvensi.

Palin menegaskan, rakyat AS sudah muak dengan utang nasional dan program reformasi pelayanan kesehatan yang dicanangkan Obama.

Dia juga mengritik pemerintahan Obama yang mengutamakan cara menaklukkan musuh, ketimbang membela sekutu AS. “Kita butuh kebijakan luar negeri untuk membela sekutu AS dari musuh mereka. Kita juga mesti menaruh perhatian terhadap persoalan lingkungan,” sambungnya.

Palin mengaku bangga pada pergerakan Tea Party. Bagi Palin, upaya yang sudah dilakukan Tea Party merupakan bagian terpenting dari revolusi AS. Bagi Palin, semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah AS harus mempertimbangkan kepentingan rakyat. “Rakyat berada pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan raja atau ratu. Kehadiran rakyat jauh lebih berarti dibandingkan seorang pria karismatik yang berpidato di depan teleprompter,” katanya seakan ingin menyerang Obama.

Palin menyalahkan pemerintah AS atas utang yang melimpah. Menurut Palin, pemerintahan Obama termasuk lemah.“Rencana pengeboman pesawat pada Hari Natal lalu menjadi bukti betapa lemahnya pemerintah kita dalam mengatasi aksi teror,” sambungnya. Serangan Palin terus berlanjut.“ Jika ingin menjadi pemenang dalam perang anti-teror, maka yang kita butuhkan adalah komandan perang, bukan ahli hukum,” katanya. Pergerakan Tea Party sudah memasuki tahun ketiga. Nama Tea Party diambil dari sebutan kelompok demonstran yang selalu menolak kebijakan kolonial Inggris pada 1773.

Tea Party dikenal sebagai kelompok keras yang kerap mengecam program-program Obama, termasuk reformasi pelayanan kesehatan dan paket stimulus. “Saya adalah salah satu penggemar berat Tea Party,” ucap Palin memuji. Dia menambahkan, jika AS memimpikan revolusi, maka Tea Party adalah salah satu jawabannya.“ Dengan hadirnya Tea Party, kini AS siap untuk mengusung revolusi yang lain dan Anda bagian dari ini,” seru Palin yang diiringi tepuk tangan meriah para anggota Tea Party. Kalimat ini mengakhiri sambutan Palin.Ketika dia turun dari podium, para tamu saling berteriak,” Maju Sarah, Maju!” Malam itu Palin memang menjadi bintang panggung Tea Party.

“Saya rasa Anda semua menyukai dia,” ujar ketua panitia konvensi, Judson Phillips, sesaat setelah Palin menjauh dari podium. Palin telah memberikan pidato yang benar-benar ingin didengar para peserta konvensi Tea Party. Palin dalam kesempatan itu mendeklarasikan pentingnya Amandemen Kesepuluh yang membatasi kekuasaan pemerintah, mengecam dana talangan dan bertambahnya defisit negara. Pidatonya di acara itu menjadi petunjuk sangat jelas tentang masa depan politik Palin. Tentu saja, dukungan penuh dalam Tea Party dapat memudahkannya maju lagi dalam pemilu presiden AS mendatang.

Tapi, Palin berusaha agar 1.100 delegasi yang hadir dalam Tea Party tidak menyebut satu tokoh mana pun.“Ini tentang rakyat dan ini lebih besar daripada seorang ratu atau raja sebuah Tea Party, dan ini lebih besar daripada pemimpin karismatik mana pun,” tegasnya. (BBC/NYT/anastasia ika)(Koran SI/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit