Pembukaan meriah dari Burj Dubai (Foto: Flickr.com)
DUBAI - Gedung pencakar langit tertinggi di dunia, Burj Dubai, atau yang biasa dikenal dengan nama Burj Khalifa, secara mengejutkan ditutupkan setelah satu bulan diresmikan. Penutupan ini mengecewakan para wisatawan yang ingin naik ke atas gedung ini.
Menurut pengelola gedung, penutupan ini dilakukan setelah terjadi masalah pada sistem kelistrikan gedung. Masalah ini membuat lift yang membawa wisatawan menuju menara, turut terganggu.
Penutup yang dimulai sejak Minggu 7 Februari lalu ini, terjadi di saat Dubai berjuang untuk membangun kembali gambaran Dubai sebagai sebuah kota metropolis Arab, dan setelah sebelumnya dilanda krisis finansial. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (9/2/2010).
Negeri Teluk Persia ini amat mengharapkan jika bangunan setinggi 828 meter tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Dubai. Memang, negeri kaya akan minyak tersebut seringkali mempromosikan pemandangan indah di puncak gedung Burj Khalifa tersebut.
Kini penutupan itu tentunya mengundang kekecewaan bagi wisatawan. Sebab, dalam beberapa pekan saja antrean untuk membeli tiket naik ke atas menara sudah dipenuhi oleh wisatawan. Mereka rela mengantre berjam-jam untuk membeli tiket seharga USD27 atau sekira RP253 ribu (Rp9,394 per USD).
Kini para wisatawan tersebut kembali harus mengantre untuk minta uang mereka kembali. "Ini benar-benar mengecewakan. Saya datang ke Dubai memang untuk menaiki gedung tertinggi di dunia ini," ucap Wayen Boyes, wisatawan dari Manchester, Inggris, seperti dikutip Associated Press, Selasa (9/2/2010).
Dalam pernyataan singkat yang dikeluarkan oleh pemilik Burj Khalifa, Emaar Properties, menyalahkan jika penutupan Burj lebih karena banyaknya arus wisatawan yang masuk yang kemudian mempengaruhi sistem kelistrikan dari gedung.
"Masalah teknis yang berkaitan dengan pasokan listrik, sedang dalam perbaikan saat ini. Masyarakat akan diberitahu jika perbaikan sudah selesai. Pihak pemilik akan memberikan komitmen tinggi sesuai standard Burj Khalifa bagi para wisatawan yang datang," pernyataan singkat dari Emaar Properties, pemilik dari Burj Khalifa.
Dubai meresmikan gedung pencakar langit tertinggi di dunia mereka pada 4 Januari lalu. Gedung seharga USD1,5 miliar tersebut diresmikan dengan perayaan meriah menggunakan kembang api dan disiarkan melalui televisi di seluruh dunia.
Gedung ini dipercaya memiliki 160 lantai, tetapi jumlah pastinya masih belum jelas karena di beberapa bagian gedung, pembangunan masih berlangsung. Sementara area observasi yang selalu dipenuhi wisatawan untuk melihat kondisi kota Dubai, terletak di lantai 124. (faj)(rhs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad