PM Australia Kevin Rudd (Foto: smh.com)
SIDNEY - Perdana Menteri Australia Kevin Rudd seringkali mendengar cerita tidak mengenakan tentang isu rasisme di negaranya. Cerita itu langsung dia dengar dari menantunya yang keturunan China.
Tetapi PM Rudd yakin, Australia merupakan negara yang toleran meskipun akhir-akhir ini banyak sekali kasus kekerasan yang berkaitan dengan isu rasisme, merebak luas.
Seperti diketahui, putri pertama dari Perdana Menteri Australia Ke-26 ini, dinikahi oleh seorang bankir asal Hong Kong bernama Albert Tse di tahun 2007. Lewat Tse, Rudd seringkali mendengar anggapan jika Australia secara fundamental memang sebuah negara rasis.
Berbicara di sebuah acara tanya jawab di televisi Australia, Rudd menyatakan pengalaman panjang Australia dalam menyikapi masalah rasisme, membuat Negeri Kangguru tersebut tumbuh sebagai negara dengan toleransi tinggi.
Dalam kesempatan itu, Rudd mendengar keluhan seorang peserta tanya jawab itu yakni seorang pemuda India yang mengaku mendapatkan perlakuan rasis dari remaja yang mabuk saat perayaan hari nasional Australia bulan lalu. Rudd pun menyatakan simpatinya atas kejadian yang melanda pemuda India itu.
"Hal itu (perlakuan rasis) amat menyedihkan dan membuat saya muak," komentar Rudd menanggapi keluhan pemuda India itu. "Amat memuakkan jika ada warga yang berlaku buruk. Semua itu tidak dapat dibenarkan," lanjut Rudd seperti dikutip AFP, Selasa (9/2/2010).
Perdana Menteri yang berasal dari Partai Buruh Australia tersebut mengakui jika pemerintahannya saat ini berusaha untuk meningkatkan keamanan terhadap pelajar India yang belajar di Australia. Hal ini dipicu terjadinya sejumlah kasus penyerangan dan perampokan yang dialami oleh para pelajar India tersebut.
Pemerintah Australia sendiri berusaha mengesampingkan motif rasis atas penyerangan warga India yang berada di Australia. Rangkaian serangan yang terjadi beberapa waktu itu menyebabkan kemarahan media India atas kasus rasisme yang dialami warga India di Australia.(faj)(rhs)