Getting Time...

Peningkatan Kekuatan Militer Iran

Rabu, 10 Februari 2010 09:21 wib
Militer Iran (Foto: Ist)
Militer Iran (Foto: Ist)
TEHERAN - Iran Buat Sistem Pertahanan Rudal Canggih Iran mempercepat pembuatan sistem pertahanan rudal yang akan lebih baik daripada S-300 milik Rusia.

Langkah ini membuktikan tekad Teheran untuk membuat sendiri seluruh persenjataan militer karena embargo persenjataan oleh Amerika Serikat (AS). Selain melakukan embargo, Washington juga menekan Rusia agar tidak mengirimkan S-300 yang telah dipesan Iran.

Washington pada November 2009 mengancam melakukan tindakan hukum terhadap Rusia jika gagal memenuhi kesepakatan untuk menyuplai Teheran dengan S-300 yang merupakan sistem pertahanan udara canggih. Rusia yang menjadi aliansi terdekat Iran di antara kekuatan dunia lain, sejauh ini belum menerima S-300.

Menurut Teheran, penundaan pengiriman itu karena tekanan dari Washington dan Israel, musuh bebuyutan Iran. Pada Oktober 2009, kantor berita Rusia, Interfax, melaporkan bahwa Iran belum membayar S-300 karena Moskow belum memberikan persetujuan akhir tentang kesepakatan tersebut.

Bagi Barat, kesepakatan itu tentu sangat dikhawatirkan dapat memperkuat sistem pertahanan Iran. Berdasarkan kontrak, Rusia akan menjual persenjataan ke Iran berupa lima baterai rudal-rudal S-300PMU1, seharga USD800 juta.

S-300PMU1 yang diberi kode SA-20 Gargoyle oleh NATO itu merupakan system gerak berbasis darat yang didesain untuk menembak jatuh pesawat terbang dan rudal. Barat khawatir Iran dapat menggunakan system itu untuk menghadapi ancaman serangan AS atau Israel.

Keduanya tidak pernah menepis kemungkinan serangan militer ke fasilitas nuklir Iran. Selain itu, kemarin, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi membuka dua jalur produksi untuk manufaktur pesawat canggih tanpa awak atau drone. "Pesawat itu mampu melakukan pengintaian, deteksi, dan serangan dengan dengan ketepatan tinggi," ungkap kantor berita Fars.

Kemarin, Iran juga secara resmi mengumumkan pada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang rencana melakukan pengayaan uranium ke level 20%. "Teheran akan mulai melakukan pengayaan uranium hingga level 20% mulai Selasa (9/2) dan IAEA akan diberi informasi mengenai keputusan ini sebelumnya," papar kepala organisasi atom Iran Ali Akbar Salehi.

"Pengayaan itu akan dilakukan di fasilitas Natanz mulai Selasa (9/2)," kata Salehi. Fasilitas pengayaan uranium utama Iran berada di pusat kota Natanz. Fasilitas itu melakukan aktivitas atom selama bertahun-tahun meskipun telah mendapat tiga kali sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Salehi menjelaskan, Iran akan menghentikan program pengayaan ke level 20% jika negosiasi dengan kekuatan dunia mencapai kesepakatan akhir. Saat ini draf negosiasi usulan IAEA mengalami kebuntuan karena Barat menolak perubahan yang ditawarkan Iran.

Dalam draf IAEA, kekuatan dunia meminta Iran menyerahkan uranium kadar rendah (LEU) ke Rusia dan Prancis, dalam satu tahap. Tapi Teheran meminta agar penyerahan itu dilakukan dalam beberapa tahap dan berlangsung di dalam negeri Iran. (Koran SI/Koran SI/Koran SI)(//rhs)
  • ali » 0 Tanggapan
    ya saya mendukung
    Beri Tanggapan Laporkan
  • paranoia » 0 Tanggapan
    Beruntung saya jadi warga Indonesia. Meskipun tidak sekaya Iran, Indonesia masih lebih pandai dari Iran. Orang Indonesia sadar bahwa kemajuan tidak mungkin didapat dari pertikaian dan perang. Kasian warga Iran. Negeri kaya. Rakyat miskin. Elit politiknya membodohi mereka dengan slogan anti barat dan i****l Padahal kalau pecah perang, Iran pasti kalah. Kita tahu bahwa Iran tidak pernah mampu mengalahkan Irak dalam perseteruan panjang keduanya di era 1970-1980. Jika Irak yang kuat saja jatuh, apalagi Iran. Seperti seorang ratu yang usur, Iran terlihat anggun tapi semakin melemah. Setelah cerita Alexander Agung yang masuk dan menginjak-injak istana Darius, sejarah akan terulang. Jika Amerika dan i****l masuk menyerang Teheran, negeri ini akan jatuh. Barat akan menginjak-injak serambi istana Iran, dan rezim timur akan benar-benar runtuh berkeping-keping. Kita tak perlu menangis. Sejarah menentukan tujuannya sendiri.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • MOCH SOLICHIN .SE » 0 Tanggapan
    INDONESIA SEBAGAI NEGARA YANG BERPENDUDUK MUSLIM,BLAJAR DARI IRAN,CINA,DAN KUBA...MEREKA TANGGUH DALAM SEGAL KEBIJAKAN,KITA HARUS MERDEKA DARI PENGARUH ASING
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit