Getting Time...

Gempa Haiti

Pasokan Bahan Bakar Kembali Normal di Haiti

Fajar Nugraha
Rabu, 10 Februari 2010 11:53 wib
Kondisi Haiti yang hancur (Foto: AFP)
Kondisi Haiti yang hancur (Foto: AFP)
PORT-AU-PRINCE - Pengiriman bahan bakar ke terminal bahan bakar Haiti, Varreux, kembali berjalan normal. Sebelumnya fasilitas tanker bahan bakar tersebut rusak parah dan berhenti beroperasi saat gempa tujuh skala melanda Haiti, 12 Januari lalu.

Pengiriman bahan bakar ke terminal yang dimiliki oleh pihak swasta ini terhenti sejak gempa melanda. Padahal terminal yang terletak berdekatan dengan pelabuhan Port au Prince tersebut menyimpan lebih dari 70 persen bahan bakar yang dikonsumsi oleh warga Haiti.

Pihak operator Terminal Varreux yakni Win Group menyatakan, pengiriman pertama dari bahan bakar ke pelabuhan yang baru saja direstorasi ini, baru saja berlangsung hari Minggu 7 Februari lalu. Perbaikan terminal ini tentunya membuat usaha rekonstruksi Haiti pascagempa dapat bergerak lebih cepat. Demikian diberitakan Reuters, Rabu (10/2/2010).

Kini usai diperbaiki, terminal yang terdiri dari 18 tempat penampungan bahan bakar yang masing-masing memiliki total kapasitas 45 juta galon, dapat digunakan kembali. Di saat bersamaan perusahaan listrik nasional Haiti juga mengumumkan telah menyalurkan aliran listrik, ke sebagian kecil wilayah Port au Prince.

Sekira 10 megawatt listrik yang berasal dari salah satu pembangkitnya, telah mengalirkan pasokan listrik kepada sekira 2 ribu rumah di wilayah timur laut Port au Prince.

Pasokan listrik dan bahan bakar memang minim diterima oleh warga Haiti sejak gempa dahsyat yang melanda wilayah negara paling miskin di benua Amerika tersebut. Namun kini warga setempat mulai mendapatkan pasokan dua sumber energi penting tersebut, untuk meringankan beban mereka.

Gempa yang melanda Haiti menyisakan banyak masalah bagi korban gempa. Pemerintah Haiti sendiri pada Selasa 9 Februari kemarin mengumumkan, jika korban tewas akibat gempa kini bertambah menjadi 230 ribu jiwa, jumlah yang sama dengan bencana tsunami yang melanda Asia pada 2004 lalu. (faj)(rhs)
TWITTER »
twit