Imigran mengamuk di Milan (Foto: EPA)
MILAN - Sebuah mobil tampak dirusak setelah puluhan orang mengamuk di kota Milan, Italia. Kejadian ini bukan diakibatkan oleh kerusuhan antarsuporter sepakbola, melainkan dipicu oleh kematian seorang warga Mesir yang ditusuk hingga tewas.
Puluhan warga imigran yang berasal dari Mesir mengamuk di bagian timur dari Milan. Mereka merusak toko serta pusat bisnis yang dimiliki oleh warga Peru, Ekuador, dan negara Amerika Selatan lainnya.
Kerusuhan diawali saat seorang pemuda berusia 19 tahun ditusuk hingga tewas oleh sekelompok imigran yang berasal dari Amerika Selatan. Insiden yang terjadi pada Sabtu 13 Februari tersebut, terjadi setelah terjadi adu mulut antara korban dengan kelompok imigran di dalam sebuah bus. Demikian diberitakan The Telegraph, Senin (15/2/2010).
Akibat kerusahan ini, tampak sebuah mobil terbalik dan kaca dari toko milik imigran asal Amerika Selatan hancur dilempari batu.
Wakil Walikota Milan Riccardo De Corato mengatakan, kerusuhan tersebut tak ubahnya seperti lumbung kekerasan antara geng Afrika Utara dan Amerika Selatan. Sementara pihak berwenang setempat mengaku akan memeriksa dokumen warga di kota yang paling beragam etnisnya, untuk menghindari kerusuhan serupa terjadi.
Desakan lebih keras bahkan muncul dari Partai Liga Utara, sebuah partai antiimigran yang termasuk dalam koalisi sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Silvio Berlusconi. Partai tersebut meminta warga imigran untuk bertanggung jawab atas kerusuhan itu. Sementara seorang anggota partai, Matteo Salvini mendesak razia di tiap rumah untuk mencari pelaku kerusuhan.
Kerusahan kali ini merupakan yang kedua kalinya terjadi yang melibatkan kelompok imigran tahun ini. Sebelumnya kerusuhan pecah di selatan kota Rosarno, Calabria. Saat itu warga imigran Afrika membakar mobil dan merusak toko sebagai protes serangan yang dilakukan oleh warga lokal. (faj)(rhs)