Getting Time...

4 Aktivis Myanmar Ditahan

Fajar Nugraha
Selasa, 16 Februari 2010 17:08 wib
Tin Oo dibebaskan saat utusan khusus PBB tiba (Foto: Bangkokpost.com)
Tin Oo dibebaskan saat utusan khusus PBB tiba (Foto: Bangkokpost.com)
YANGON - Empat aktivis demokrasi dijebloskan ke penjara oleh pemerintah junta Myanmar hari ini. Penahan ini terjadi di tengah kunjungan utusan khusus PBB yang mengawasi perkembangan HAM menjelang pemilu.

Empat aktivis itu sebelumnya pernah ditangkap pada Oktober tahun lalu karena dituduh menawarkan biksu Budha sebuah jimat yang berisi mantra dari kitab suci. Menurut juru bicara partai oposisi, Nyan Win, keempat aktivis tersebut biasa melakukan doa di Pagoda Shwedagon untuk kebebasan Aung San Suu Kyi.

Atas kesalahan ini, pengadilan Myanmar memvonis keempatnya dengan hukuman penjara 2 tahun disertai dengan hukuman kerja.

Vonis ini tentunya menjadi perhatian mengingat bertepatan dengan kunjungan utusan khusus PBB, Tomas Ojea Quintana. Kunjungan Quintanan akan berlangsung selama 5 hari bertujuan mengevaluasi perkembangan reformasi Myanmar.

"Pelanggaran atas HAM di Myanmar terus berlangsung, meskipun di saat kunjungan utusan khusus HAM PBB," komentar Nyan Win seperti dikutip Associated Press, Selasa (16/2/2010).

Kehadiran Quintana dianggap memberikan angin segar bagi penegakan HAM Myanmar. Hal ini ditandai dengan pembebasan orang dekat Aung San Suu Kyi, Tin Oo.

Tin Oo juga menjabat sebagai wakil pimpinan Partai Liga Nasional Demokrat (NLD) yang diketuai Suu Kyi. Tin Oo sendiri dibebaskan pada Sabtu pekan lalu. (faj)
(rhs)
TWITTER »
twit