Ilustrasi: Istimewa
MANILA - Tiga orang dilaporkan tewas akibat keracunan uap yang bocor dari sebuah kapal tongkang yang sedang diperbaiki di Manila, Filipina. Akibat kebocoran ini, sekolah di sekitar lokasi ditutup sementara dan sekira 2 ribu warga diungsikan.
Ketiga orang yang tewas merupakan pekerja yang sedang memperbaiki kapal tongkang, yang merapat di pelabuhan Batangas, Selatan Manila. Mereka diduga tidak sadar telah menghirup uap yang amat beracun saat kebocoran tersebut berlangsung.
Selain menyebabkan korban tewas, insiden ini juga melukai tiga pekerja lain yang saat ini sedang menjalani proses perawatan di rumah sakit.
Menurut Ketua Palang Merah Filipina Richard Gordon, uap beracun tersebut diduga merupakan gas sodium hidrosulfida. Zat ini merupakan bahan kimia berbahaya yang biasa digunakan untuk memproduksi kertas dan zat pewarna. Zat ini lazimnya digunakan sebagai bahan untuk memproses biji besi. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (17/2/2010).
Akibat insiden ini, Walikota Batangas Ryan Dolor menyatakan, keadaan darurat di kota pelabuhan tersebut. Kota itupun ditutup hingga radius satu kilometer, sementara kegiatan belajar mengajar dihentikan.
Hingga kini lokasi bocornya uap berbahaya itu masih dipenuhi oleh petugas kepolisian, pemadam kebakaran, serta ambulan, dari pihak palang merah. Mereka bersama-sama menyelidiki penyebab kebocoran yang terjadi di lokasi kejadian. Polisi hingga kini masih memeriksa pemilik dari tongkang tersebut. (faj)(rhs)