Pembantaian berbau politik kerap terjadi di Filipina (Foto: Reuters)
COTABATO - Orang tidak dikenal menembak mati kandidat wali kota di Filipina Selatan. Pembunuhan terhadap tokoh politik di Kota Cotabato ini terjadi untuk keduakalinya selama dua pekan terakhir.
Errol Sinsuat, kandidat Wali kota dari Partai Lakas-Kampi-CMD yang dipimpin oleh Presiden Gloria Arroyo, ditembak oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor pada Rabu dini hari waktu setempat.
Saat penembakan, korban juga sedang mengendarai motor untuk berkeliling Kota Cotabato. Polisi yang mengawal Kepala Pemerintahan Kota Blah Sinsuat ini, juga ikut tertembak, dan kini masih menjalani perawatan.
Menurut Kepala Polisi Kota Cotabato, Willie Dangane, penembakan itu diperkirakan dilatarbelakangi motif politik. Peristiwa ini menjadi ironi setelah terjadi peristiwa pembantaian atas 57 orang yang juga bermotif persaingan politik, 23 November tahun lalu. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (18/2/2010).
Pembunuhan Singsuat, terjadi sekira 20 kilometer dari wilayah Provinsi Maguindanao, tempat di mana pembantaian terhadap 57 orang terjadi tahun lalu.
Pembantaian yang menghentakkan Filipina itu terjadi akibat persaingan politik antara klan Ampatuan dengan klan Mangudadatu. Akibat insiden itu, hampir 200 orang ditangkap, termasuk di antaranya pemimpin Klan Ampatuan, Andal Ampatuan Sr beserta anaknya Andal Ampatuan Jr.
Pemilihan umum di Filipina memang kerap diwarnai kekerasan. Politisi setempat seringkali menggunakan penembak untuk menghabisi rival politiknya atau mengintimidasi para pemilih. (faj)(rhs)