Mamadou Tandja, Presiden Nigeria yang dikudeta (Foto: AFP)
NIAMEY - Militer Niger terus berpatroli di Ibukota Niger, Niamey, hari ini menyusul kudeta atas Presiden Mamadou Tandja yang terjadi sehari sebelumnya.
Aktivitas bisnis, perbankan, dan sekolah tetao berjalan seperti biasa.
Pimpinan junta militer yang saat ini menahan Tandja, saat bentrokan bersenjata terjadi Kamis kemarin, meminta agar semua pihak tenang dan menutup wilayah perbatasan negara penghasil uranium tersebut.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (19/2/2010), peran para menteri dan gubernur di pemerintahan terdahulu digantikan oleh wakil-wakilnya.
Setelah berbulan-bulan dilanda ketidakpastian atas kebijakan Tandja yang akan mengubah konstitusi Niger untuk memperpanjang masa jabatannya, kini warga Niger seperti diberi harapan serta perubahan positif atas masa depan mereka.
Masa pemerintahan Presiden tersingkir, Mamadou Tandja memang sudah mengundang kontroversi dari dalam maupun luar negeri.
Kudeta yang berlangsung Kamis waktu setempat tersebut dimotori oleh kelompok yang menamakan diri Majelis Tinggi untuk Restorasi Demokrasi (CSDR). Mereka menangkap Tandja beserta menterinya usai terlibat baku tembak selama empat jam, sebelum akhirnya menangguhkan konstitusi yang berlaku dan membubarkan pemerintahan.
CSDR sendiri tidak menyebutkan berapa lama mereka akan berkuasa, namun mereka meminta rakyat dan dunia internasional mendukung aksi mereka. Presiden CSDR Salou Djibo, diperkirakan akan mencari dukungan internasional untuk melegitimasi kudeta mereka. (faj)(rhs)