Penyergapan militer Filipina tewaskan pimpinan Abu Sayyaf (Foto: AFP)
MANILA - Seorang pimpinan senior kelompok militan Islam Filipina Abu Sayyaf, tewas dalam sebuah penggerebekan. Albader Parad yang merupakan komandan dari kelompok militan ini, tewas dalam sebuah penyergapan yang dilakukan oleh militer Filipina, Minggu 21 Februari.
Albader Parad merupakan tokoh utama pelaku penculikan tiga anggota Palang Merah Internasional tahun lalu. Tewasnya Parad terjadi bersamaan dengan tewasnya lima anggota Abu Sayyaf lain saat penyergapan.
Pimpinan Milter Filipina Jenderal Benjamin Dolorfino menyatakan, jika kematian Parad merupakan sebuah pukulan telah bagi kelompok Abu Sayyaf.
"Kami telah mengkonfirmasi jika satu dari enam mayat anggota Abu Sayyaf, merupakan Albader Parad. Kami menganggap kematian Parad merupakan sebuah pukulan telak bagi kelompok militan Abu Sayyaf," ungkap Jenderal Dolorfino seperti dikutip AFP, Senin (22/2/2010).
Jenderal Dolorfino mengakui, keberhasilan operasi penyergapan tersebut tidak terlepas dari informasi yang diperoleh dari warga lokal.
Meski berhasil menewaskan tokoh penting Abu Sayyaf, penyergapan kali ini juga menyebabkan jatuhnya korban di pihak militer Filipina. Seorang anggota marinir tewas, ketika baku tembak terjadi saat operasi penyergapan berlangsung. Sementara tiga orang marinir Filipina lainnya juga terluka saat penyergapan hari Minggu 21 Februari tersebut.
Abu Sayyaf yang seringkali dihubungkan dengan jaringan teroris internasional Al Qaeda, ditengarai sebagai otak beberapa aksi pengeboman, kekerasan serta penculikan terhadap warga Filipina dan warga asing.
Meskipun kelompok radikal ini dinilai kecil, Abu Sayyaf diketahui sebagai kelompok paling radikal dibandingkan kelompok separatis muslim Filipina yang beroperasi di wilayah Selatan. Mereka menginginkan kemerdekaan di wilayah bermayoritas penduduk islam di Mindanao dan Pulau Sulu.
Penangkapan atas Albader Parad melanjuti keberhasilan pihak militer Filipina sebelumnya yang berhasil menangkap pendiri dari Abu Sayyaf, Abdul Basir Latip, pada Desember 2009 lalu. Latip diduga sebagai otak pelaku penculikan terhadap warga asing serta warga Kristen di Filipina.
Latip ditengarai membangun hubungan antara Abu Sayyaf dengan kelompok militan Islam lain seperti Jemaah Islamiyah dan Al Qaeda. (faj)(rhs)