Getting Time...

Korut Ajak Korsel Berunding Soal Militer

Hermanto
Senin, 22 Februari 2010 12:20 wib
Foto: Reuters
Foto: Reuters
SEOUL – Korea Utara mengajukan perundingan militer dengan pihak Korea Selatan, terkait dengan ketegangan yang terjadi minggu lalu terhadap semenanjung tersebut. Ketegangan terjadi karena adanya peringatan uji coba persenjataan di wilayah perbatasan.

Korea Utara tampaknya menggunakan kekuatan militernya untuk memberikan ancaman kepada sekutu Amerika Serikat (AS), "Korea Selatan, untuk memperkuat konsesi dari kekuatan regional, dan tampaknya Korut siap untuk kembali ke perundingan internasional untuk mengakhiri program nuklirnya," ujar para analis.

Menteri Pertahanan Korsel mengatakan bahwa ia telah menerima permintaan dari Korut untuk melakukan perundingan pada 2 Maret, terkait dengan akses bagi warga dan material ke taman yang dimiliki kedua negara tersebut yang terletak di wilayah perbatasan Kota Kaesong, Korut. Kendati demikian, Korsel belum memberikan tanggapan terkait dengan permintaan perundingan tersebut.

Korut minggu lalu mengatakan, akan melakukan ujicoba senjata dari empat titik di wilayah pantai barat dan dua di lagi di wilayah pantai timur, uji coba tersebut dilakukan pada hari Sabtu hingga Minggu. Namun Korut sendiri belum melakukan uji coba tersebut. Seperti dikutip Reuters Senin (22/2/2010).

Perundingan militer yang baru-baru ini dilakukan difokuskan kepada perbatasan laut di wilayah pantai barat yang ditetapkan sepihak oleh AS yang memimpin pasukan PBB pada akhir perang Korea 1950-1953, Korut pun menyatakan hal tersebut tidak sah.

Pada bulan lalu Korut mulai melepaskan tembakan di wilayah perbatasan, hingga membuat pihak Korsel pun melakukan hal yang serupa. Dalam tragedi tersebut tidak ada cedera ataupun kerusakan tapi membuat takut para investor, yang akhirnya membuat pasar saham di Seoul dan nilai mata uang won jatuh.(rhs)
TWITTER »
twit