Milisii Al Shabab (Foto: AFP)
MOGADISHU - Dipersenjatai dengan pistol dan gunting, Polisi Religi Somalia menebar teror terhadap kaum muda Somalia. Mereka mengincar siapapun yang tidak berpakaian sesuai dengan ajaran Islam.
Seperti dialami oleh Ahmed Aydarus Abdi, yang terkena penertiban polisi religi ini. Dia kedapatan memakai kaus khas produk negara barat, serta celana denim ketat. Penampilan Ahmed memang mengikuti mode yang dianut pemuda saat ini. Rambutnya bahkan dibentuk bak pemain sepakbola ternama Cristiano Ronaldo.
Namun penampilan Ahmed dianggap sesuai dengan ajaran Islam Wahhabi, yang dianut oleh sebagian besar warga Somalia. Untuk itu polisi religi yang dibentuk oleh kelompok Al Shabab, langsung mengambil tindakan terhadap Ahmed.
Langsung saja petugas polisi bentukan kelompok yang menguasai 80 persen wilayah Somalia tersebut, menghentikan Ahmed dan menuduhnya tidak berpakaian tepat seperti yang telah diajarkan secara Islam.
"Polisi religi Al Shabab menghentikan saya dan menanyakan tentang potongan rambut. Mereka mengatakan, jika model rambut ini amat menggelikan," ungkap Ahmed seperti dikutip AFP, Selasa (23/2/2010).
"Tanpa mendengar penjelasan saya, mereka (Polisi Religi Al Shabab) langsung memotong rambut tanpa banyak omong. Parahnya, mereka memotong rambut saya seperti halnya memotong rumput, bukan memotong rambut manusia," Ahmed menambahkan.
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemuda berusia 19 tahun tersebut. Ia harus menerima perlakuan tidak menyenangkan tersebut di depan orang. Jika melawan, ia pasti akan mendapatkan hukuman berupa aksi kekerasan di tempat.
Peristiwa ini adalah salah satu dari banyak kejadian yang dihadapi rakyat Somalia saat ini. Ketakutan warga setempat makin menjadi, khususnya di jalanan Ibukota Somalia, Mogadishu. Rakyat saat ini harus menghadapi baku tembak antara pasukan Pemerintah Somalia bersama Pasukan Uni Afrika yang seringkali bentrok dengan kelompok Al Shabab.
Kekuatan Shebab di Somalia saat ini memang makin membesar. Terlebih lagi saat mereka menyatakan, kolaborasinya dengan jaringan teroris Al Qaeda, yang dipimpin oleh Osama Bin Landen, membuat kelompok Al Shabab makin besar kepala. (faj)(rhs)