Salman Rushdie (Foto: AP)
ATLANTA - Novelis Salman Rushdie yang terkenal dengan bukunya berjudul "Ayat-Ayat Setan" atau dalam bahasa inggris "The Satanic Verses", segera menulis buku terbarunya. Pengarang asal Iran yang masih dalam pelarian ini, berencana menulis cerita tentang pelariannya dari Iran selama satu dekade terakhir.
Rushdie membicarakan penulisan buku terbarunya tersebut di Universitas Emory, Atlanta, Amerika Serikat (AS), saat pameran dari catatan pribadinya dibuka sejak pekan lalu. Rushdie mendonasikan manuskrip, surat serta foto kepada universitas tersebut untuk dibuat katalog dan mengubahnya ke dalam bentuk digital.
Mengenai rencana buku barunya tersebut, Rushdie merasa harus menceritakan kisah pelariannya selama ini. "(buku) ini adalah kisah saya, disatu pihak amat penting untuk diceritakan kepada orang lain," ucap Salman Rushdie seperti dikutip Associated Press, Rabu (24/2/2010).
Pria berusia 62 tahun tersebut terpaksa bersembunyi di Inggris selama bertahun-tahun saat pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Khomeini, mengeluarkan fatwa atas dirinya pada 1989. Fatwa tersebut memerintahkan umat Muslim untuk membunuhnya karena bukunya yang berjudul "Ayat-Ayat Setan" telah menghina Islam.
Sebenarnya pada 1998 lalu, Pemerintah Iran telah mengumumkan untuk tidak mendukung fatwa tersebut. Namun mereka juga tidak bisa membatalkannya. Menanggapi fatwa atas dirinya ini, Rushdie mengatakan, jika fatwa ini hanya bersifat retorikal saat ini.
Tetap saja nyawa Rushdie masih dalam bahaya jika memasuki Iran, mengingat banyak kelompok muslim garis keras yang memprotes keberadaan Rusdie. Kelompok ini juga memboikot organisasi yang berafiliasi dengan Rushdie dan terus mengancam untuk membunuhnya. (faj)(rhs)