Paspor warga Australia yang dipalsukan (Foto: AP)
CANBERRA - Pemerintah Australia memanggil Duta Besar Israel di Canberra untuk menjelaskan penggunaan paspor tiga warga Australia dalam kasus pembunuhan pemimpin Hamas, Mahmoud Al Mabhouh.
"Australia tidak akan tinggal diam mengenai masalah ini," komentar Perdana Menteri Australia Kevin Rudd seperti dikutip BBC, Kamis (25/2/2010).
Sebelumnya Kepolisian Dubai telah menyatakan 15 tersangka baru dalam kasus pembunuhan ini yang menjadikan jumlah tersangka pembunuhan menjadi 26 orang. Kepolisian Dubai menyebutkan, tersangka baru ini diketahui menggunakan paspor dari Inggris, Prancis, Irlandia dan untuk pertama kalinya Australia.
PM Rudd menyatakan, jika pemerintahannya akan tidak membalas tindakan sebuah negara yang diketahui terlibat dalam pemalsuan paspor ini. Namun Rudd menyatakan, akan mencari fakta terlebih dulu atas kasus ini, mengingat hal ini bukanlah masalah kecil.
"Masalah ini tidak didesak kepada salah satu pihak saja. Tetapi menjadi sebuah kekhawatiran yang mendalam," Kevin Rudd menambahkan.
Pihak Australia sendiri menyatakan jika paspor milik ketiga warganya diketahui sudah dipalsukan. Ketiga paspor yang dipalsukan ini ditemukan atas nama Bruce Joshua Daniel, Nicole Sandra McCabe dan Adam Korman. Menurut polisi Dubai, pemegang dari dua paspor warga Australia tersebut diduga berlayar dari Iran menuju Dubai dalam misi pengintaian bulan Agustus lalu.
Di awal bulan ini, pihak Dubai telah merilis 11 nama dan foto dari paspor yang dari tersangka pembunuhan Al Mabhouh. Paspor tersebut milik warga Inggris, Irlandia, Prancis dan Jerman yang dipalsukan.
Selain paspor palsu, penyelidik Dubai juga menemukan jika 14 dari tersangka menggunakan kartu kredit yang digunakan oleh MetaBank. Kartu kredit dari sebuah bank kecil di Iowa, Amerika Serikat ini digunakan untuk membayar hotel dan transportasi para pelaku.
Israel memang dituding dibelakang pembunuhan atas Mahmooud Al Mabhouh. Kecurigaan pihak penyelidik Dubai atas pembunuhan ini tidak lepas dari cara kerja Dinas Intelijen Israel, Mossad yang sudah diketahui oleh Dubai.
Al Mabhouh sendiri ditemukan tewas dikamar hotel di Dubai pada 20 Januari lalu. Dalam pemeriksaan pihak forensik, Al Mabhouh diketahui ia telah disetrum dan kemudian dicekik. (faj)(rhs)