Pertemuan Obama-Dalai Lama picu ketegangan AS-China (foto: AFP)
WASHINGTON - Amerika Serikat mengharapkan hubungan diplomatik mereka China dapat kembali normal setelah serangkaian kontroversi melanda.
Sebelumnya hubungan kedua negara terus mengalami penurunan setelah Presiden Barack Obama menyetujui penjualan senjata kepada Taiwan dan melakukan pertemuan dengan Dalai Lama.
"Hubungan kedua negara (AS-China) saat ini memang mengalami pasang surut, namun tampaknya ada itikad baik dari AS dan China untuk kembali memperbaiki hubungan dalam waktu dekat," ungkap juru bicara Kementrian Luar Negeri AS Phillip Crowley, seperti dikutip AFP, Selasa (2/3/2010).
Keinginan AS untuk memperbaiki hubungan dengan Negeri Tirai Bambu ini ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri AS James Steinberg bersama penasihat Presiden Obama untuk wilayah Asia Jeffrey Bader.
"Lawatan ini akan menjadi kesempatan bagus untuk kedua negara untuk kembali memfokuskan diri pada hubungan di masa mendatang. Hal ini juga menjadi kesempatan bagus bagi AS untuk menyampaikan pandangannya secara langsung kepada China," imbuh Crowley.
Saat menjabat Presiden AS untuk pertama kalinya pada Januari 2009, Presiden Obama bersumpah untuk memperluas hubungannya dengan China khususnya dalam isu seperti pemulihan krisis ekonomi global.
Namun hubungan yang sudah terjalin selama satu tahun terakhir ini akhirnya rusak oleh perjanjian penjualan senjata AS ke Taiwan dan kunjungan Dalai Lama ke Washington pada Februari lalu.
Alasannya, China menganggap Taiwan masih masuk dalam provinsi China sementara Dalai Lama dianggap pelarian politik yang kabur dari Tibet pada 1959. Tibet sendiri saat ini dianggap sebagai bagian wilayah dari China.
Hubungan antara AS dan China juga makin diperburuk oleh keputusan perusahaan internet terbesar dunia Google untuk keluar dari China. Keputusan Google ini diambil setelah adanya gelombang serangan para peretas terhadap sistem Google. (faj)(rhs)