Ilustrasi: Ist
MANILA - Sekelompok orang tua menyulut api di sebuah sekolah di Filipina. Para orang tua ini mengeluh jika anak-anak mereka yang belajar di sekolah tersebut tidak mendapatkan asupan seperti yang sudah dijanjikan pemerintah selama ini.
Tidak ada korban dari peristiwa yang terjadi pada Sekolah Dasar Gaib di Provinsi Pulau Masbate, Filipina ini. Insiden ini berlangsung saat murid-murid tidak bersekolah. Sementara api yang membara menghanguskan tembok sekolah.
"Kebakaran ini dilakukan oleh sekelompok yang kecewa terhadap beberapa orang guru. Para orang tua murid ini marah karena mendapatkan sikap diskriminasi dari sekolah, mengenai program nutrisi untuk murid," ungkap Kepala Polisi Provinsi Pulau Masbate, Ed Benigay seperti dikutip Associated Press, Selasa (2/3/2010).
Kepala Polisi Benigay menambahkan, jika para orang tua murid ini menuduh beberapa guru tidak memberikan anak mereka beras yang cukup.
Padahal menurut program pemerintah bertajuk "Makanan untuk Sekolah", para murid akan diberikan beras sebanyak 1 kilogram setiap harinya. Program pemerintah ini diadakan untuk mengundang anak-anak di wilayah miskin untuk kembali ke bangku sekolah.
Kini setelah ruang kelas habis terbakar justru anak-anak yang menjadi murid sekolah tersebut menjadi korban. Hampir 150 murid yang berumur antara lima hingga sepuluh tahun kini tidak memiliki ruang kelas. Selain itu catatan penting milik pihak sekolah juga hilang.
Polisi sendiri tidak melakukan penangkapan terhadap para pelaku pembakaran. Namun polisi dipastikan akan membawa kasus ini kepada pengadilan secepat mungkin. (faj)(rhs)