Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. (Foto: Corbis.com)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama saat ini tengah bersemangat memperjuangkan reformasi kesehatan dan asuransi sosial.
Namun, presiden berusia 48 tahun itu masih bergelut dengan kesehatan pribadinya. Sebagaimana diketahui banyak kalangan, Obama adalah seorang perokok berat. Sampai saat ini dia masih sulit melepaskan diri dari kecanduan rokok. Padahal, desakan publik AS agar orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu menghentikan kebiasaan buruk tersebut makin meluas.
Obama mengaku masih sulit meninggalkan kebiasaan itu meski dia tetap berjuang keras. Mantan Senator Illinois itu baru saja menjalani pemeriksaan medis pertama sejak dilantik jadi presiden. Berdasarkan laporan kesehatan itu, para dokter yang memeriksa Obama menyarankan agar dia berhenti merokok.
Pemeriksaan medis itu dilakukan Obama di rumah sakit Angkatan Laut dekat Bethesda, Maryland, AS pada Minggu (28/2) selama 90 menit. Menurut dokter pribadi Obama Jeffery Kuhlman, presiden itu sedang menjalani pengobatan untuk mengatasi situasi jika tiba-tiba ia ingin merokok. Ini disebut terapi mengganti nikotin dengan cara sendiri, yaitu menggantikan nikotin dengan antiinflammatory nonsteroid yang digabung dengan aktivitas fisik seperti main basket di Gedung Putih.
Sebenarnya sudah sejak lama Obama ingin berhenti merokok. Pada 2007 atau ketika dia mulai berkampanye menjadi presiden, pria kelahiran Hawaii ini berjanji pada istrinya, Michelle, untuk berhenti merokok. Pada jumpa pers Juni tahun lalu Obama mengungkapkan baru bisa “95 persen” berhenti merokok. Pria yang pernah menghabiskan masa kanak-kanaknya di Indonesia ini masih sesekali merokok.
Menurut dia,berhenti merokok tidak memberikan pengaruh besar karena saat itu ayah dua putri ini bisa menghabiskan delapan batang sehari.
“Apakah kadang-kadang saya lupa? Ya. Apakah saya merokok setiap hari? Tidak. Apakah saya rutin merokok? Tidak,” kata Obama. (AFP/Guardian/ Daily Mail/andika hm)(Koran SI/Koran SI/rhs)