Foto: AFP
BEIJING - Dua utusan tertinggi Amerika Serikat saat ini tengah melakukan perundingan dengan pejabat China. Kedua negara ini tampaknya akan mencoba menjembatani hubungan keduanya yang telah renggang untuk mencari solusi permasalahan mengenai Korea Utara dan Iran.
Pejabat Sekretaris Negara James Steinberg dan Penasihat Senior Asia untuk Gedung Putih Jeffry Bader sat ini berada di Beijing untuk mengembalikan hubungan China-AS kembali seperti semula. Sebelumnya hubungan kedua negara ini sempat renggang karena adanya isu mengenai penjualan senjata ke Taiwan, pertemuan pemimpin Tibet, dan juga kebebasan berinternet.
Pertemuan yang direncakan berlangsung selama tiga hari ini akan membahas mengenai perundingan pelucutan nuklir di Pyongyang, dan juga perundingan mengenai penyelesaian masalah program nuklir Iran yang diduga tengah membuat program atom.
Pertemuan itu juga akan membahasa beberapa masalah penting lainnya, termasuk keamanan nuklir global, serta kelanjutan hubungan China-AS mengenai "Dialog Strategis dan Ekonomi" yang terakhir berlangsung pada Juli 2009.
"Jika pertemuan ini nantinya mengharuskan kami untuk fokus kembali pada masa depan dan masalah penting lainnya yang dapat diselesaikan bersama, saya rasa As akan bersemangat mengenai hal ini." ujar juru bicara Departemen Negara Philip Crowley. Seperti dilansir AFP, Rabu (3/3/2010).
Sementara itu, juru bicara Konferensi Politik Konsultatif Rakyat China mengatakan dengan gamblang bahwa Beijing tidak akan mentolerir jika As mempermainkan negeri tirai bambu itu.
"Amerika harus memahami bahwa hubungan China-As seperti sebuah mobil yang dikendarai oleh dua supir. China juga memiliki kontrol atas setir, gas dan rem. Kedua supir ini harus saling berkonsultasi untuk mengendarai mobil ini. Jika tidak maka hanya akan berputar-putar saja," ujar juru bicara Zhao Qizheng.(rhs)