SINGAPURA - Angkatan Laut Singapura menerima peringatan adanya ancaman teroris terhadap kapal-kapal tanker yang melalui Selat Malaka. Peringatan ini sendiri dikeluarkan oleh Asosiasi Perkapalan Singapura (SSA) pada hari ini.
Karena itu, AL Singapua telah mengeluarkan imbauan agar kapal-kapal yang akan melintas di selat antara Indonesia dan Malaysia ini lebih memperketat pengamanan.
“Tidak tertutup kemungkinan ancaman juga berlaku untuk kapal-kapal besar lain yang mengangkut kargo,” ungkap Singapore Shipping Association (SSA) kepada Reuters, Kamis (4/3/2010).
Singapura merupakan negara tersibuk di dunia dalam lalu lintas kapal kargo. Negara itu juga dijadikan tempat persinggahan dan pengisian barang bakar kapal-kapal besar. Jika serangan itu benar terjadi diperkirakan akan berdampak dengan perekonomian global, mengingat Selata Malaka merupakan jalur strategis bagi kapal-kapal Asia dan Australia pengangkut minyak dan kargo.
“Ancaman ini harus disikapi secara serius oleh AL Singapura dan berkoordinasi dengan komunitas pelayaran,” ungkap pengamat teroris Singapura, Rohan Gunaratna.
Hampir 80 persen jalur impor minyak China melewati selat ini, dan 30 persen impor besi negara itu juga melalui jalur padat ini.
Sejauh ini, belum ada komentar resmi dari Kementerian Pertahanan maupun AL Singapura. Pihak SSA pun enggan berkomentar lebih jauh.
Selat Malaka memang menjadi sasaran empuk dari para pembajak. Menurut data dari Badan Maritim Internasional (IMB) serangan atas kapal di selat yang sibuk ini, mengalami penurunan pada 2006. Pada tahun itu, sekira 239 kapal diserang angka ini menurun dari 276 kapal yang dibajak pada tahun sebelumnya.
IMB sendiri menyebutkan dalam laporannya pada Oktober 2007 jika Indonesia dianggap sebagai wilayah perairannya paling sering dibajak, dengan tercatat sekira 37 aksi pembajakan terjadi di tahun 2007.
(rhs)