Korban rusuh Nigeria (Foto: AP)
JOS - Sekira 100 orang dikabarkan tewas dalam kerusuhan terkait sentimen agama di Kota Jos, Nigeria. Kerusuhan itu terjadi sebelum Minggu pagi 7 Maret waktu setempat.
Saksi mata menyatakan, jika sekelompok masyarakat yang berasal dari beberapa komunitas, tiba-tiba melakukan penyerangan di Desa Dogo-Nahawa dan Desa Zot. Pelaku langsung menyerang para penduduk desa dengan parang dan senjata api.
"Mereka (penyerang) melepaskan tembakan untuk membawa penduduk desa keluar dari rumahnya. Saat penduduk keluar pelaku langsung menebas para penduduk dengan parang," ungkap seorang penduduk Desa Dogo-Nahawa Peter Jang, seperti dikutip Reuters, Senin (8/3/2010).
Menurut seorang pekerja kemanusian dari Yayasan Stefanus Mark Lipdo, sekira 100 orang tewas dalam insiden ini. Lipdo yang berkunjung ke desa Zot dan Dogo-Nahawa usai penyerangan berlangsung, berhasil mencatat nama dari 77 korban.
"Kebanyakan korban merupakan warga yang tidak mampu melawan, seperti anak kecil dan warga lanjut usia yang tidak bisa berlari menyelamatkan diri," tandas Lipdo. Lipdo menambahkan, jika penduduk di desa Zot hampir saja tewas seluruhnya akibat kerusuhan ini.
Pemerintah Nigeria sendiri sudah mengirimkan pasukannya ke lokasi kerusuhan. Mereka masih menyelidiki pelaku penyerangan ini, Presiden Goodluck Jonathan memerintahkan seluruh jajarannya untuk menangkap para pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya.
Menurut para analis serangan kali ini ditengarai memiliki kaitan dengan kerusuhan bersentimen agama antara warga Muslim dan Kristen Nigeria Januari lalu. Pada kerusuhan tersebut lebih dari 200 warga dilaporkan tewas sementara ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. (faj)(rhs)