Ilustrasi: Ist
MANILA - Pasukan Filipina menewaskan setidaknya tujuh anggota militan Abu Sayyaf dalam sebuah penyergapan Pulau Siasi, Filipina. Pihak militer menyatakan, jika ketujuh anggota militan yang tewas ini, terkait dengan pencarian militan Malaysia, Zukipli Bin Hir atau Marwan.
Tujuh dari jasad yang tewas dalam baku tembak dengan pihak militer Filipina tersebut saat ini masih berusaha diidentifikasi oleh pihak berwenang setempat. Namun menurut pimpinan militer Filipina, salah satu jasad yang tewas diketahui sebagai tokoh kunci dari kelompok militan Jemaah Islamiyah (JI) wilayah setempat.
Selain menewaskan anggota militan Abu Sayyaf, penyergapan ini juga menyebabkan seorang prajurit Filipina terluka. Penyergapan ini sendiri menurut Brigadir Jenderal Rustico Guerrero dilakukan secara tersembunyi. Guerrero menyatakan, penyergapan ini juga disertai penyitaan 15 senjata material pembuat bom.
Sedangkan mengenai Zulkifli Bin Hir atau yang biasa dikenal sebagai Marwan, Birgjen Guerrero mengakui jika pihak menerima informasi mengenai keberadaannya di Pulau Siasi. Namun dia belum yakin jika Marwan termasuk dalam korban tewas pada penyergapan ini. Demikian diberitakan BBC, Senin (8/3/2010).
Sebelumnya Pemerintah Amerika Serikat menawarkan uang sebesar USD5 juta atau sekira Rp46,1 miliar (Rp9,230 per dolar) untuk sebuah informasi mengenai keberadaan Marwan. Pria ini diketahui berada di balik serangkaian aksi pengeboman di wilayah Selatan Filipina sejak 2006 lalu.
Marwan dipercaya juga memberikan pelatihan kepada kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina untuk membuat bom. Abu Sayyaf sendiri merupakan kelompok separatis yang beroperasi di Selatan Filipina. Meskipun kecil, kelompok ini dianggap sebagai kelompok paling radikal dan berbahaya di Filipina karena memiliki kaitan dengan Jemaah Islamiyah (JI).
JI sendiri memiliki jaringan yang erat dengan kelompok teroris internasional Al Qaeda dan memiliki sejarah panjang dalam aksi teror di Indonesia. (faj)(rhs)