Sisa-sisa usai ledakan (Foto: AP)
LAHORE - Korban tewas akibat bom bunuh diri yang di Lahore, Pakistan, bertambah menjadi 11 orang. Selain itu, insiden ini juga mengakibatkan 61 orang terluka.
Ledakan yang ditujukan ke gedung kepolisian Pakistan tersebut menyisakan kerusakan pada beberapa bagian gedung. Sebuah lubang besar terlihat di jalan sekitar gedung kepolisian wilayah Provinsi Punjab.
Selain itu beberapa batu bata yang merupakan dinding bersrakan akibat kerasnya ledakan. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (8/3/2010).
Gedung-gedung yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan, termasuk sebuah masjid.
Pejabat Pemerintahan Daerah Lahore, Khusro Pervez memastikan 11 warga tewas dan 61 lainnya mengalami luka. Beberapa dari warga yang terluka masih dalam kondisi kritis.
Pihak medis melaporkan di antara korban tewas terdapat seorang perempuan dan gadis cilik yang hendak berangkat ke sekolah.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ini. Namun kecurigaan ditujukan kepada kelompok militan Taliban dan kelompok afiliasi lainnya. Ledakan yang terjadi menjelang subuh tersebut, berlangsung di tengah operasi pasukan koalisi yang memberantas anggota Taliban di Afghanistan.
Selain itu, aksi bom bunuh diri ini tampaknya juga ditengarai terkait dengan penangkapan para pemimpin Taliban.
Kantor kepolisian yang menjadi target ledakan ini, sering digunakan sebagai tempat interogasi tahanan Taliban yang tertangkap. Namun saat ledakan terjadi tidak ada interogasi.
Warga setempat meminta kepolisian untuk memindahkan lokasi interogasi dari gedung tersebut. Mereka menilai aksi balas dendam yang dilakukan Taliban dapat mengundang bahaya bagi warga lainnya. (faj)(rhs)