Para pekerja menutup kuburan masal di Jos (Foto: AP)
NIGERIA - Para perusuh dengan membawa senjata parang membunuh 200 orang pada hari Minggu waktu setempat saat terjadinya kekerasan antar umat beragama yang baru terjadi antara Kristen dan Muslim di pusat Nigeria. Ratusan orang lainnya melarikan diri, takut akan adanya aksi balasan.
Korban yang tewas, termasuk wanita dan anak-anak, dibariskan di jalanan berdebu di wilayah yang paling banyak pemeluk agama Kristen, di wilayah ibu kota Jos. Total korban tewas saat ini telah mencapai 200 jiwa.
Pembunuhan tersebut merupakan hal baru yang melatari kekerasan dalam beragama, di wilayah yang paling terkenal di Nigeria untuk menjadi tujuan turis. Ribuan orang lainnya telah terbunuh selama beberapa dekade terakhir dengan mengatasnamakan agama dan ambisi politik.
Jos terletak di wilayah tengah Nigeria, di mana lusinan kelompok etnis berkumpul di wilayah tanah yang selalu menjadi rebutan. Dipisahkan oleh wilayah utara dengan penduduk Muslim dan wilayah selatan dengan mayoritas Kristen.
Di sebuah desa sekira lima kilometer dari Jos, Dogo Nahawa, para penduduk mengatakan bahwa dari korban yang tewas terdapat seorang bayi yang masih berusia empat hari. Mereka yang selamat mengatakan bahwa mereka diserang oleh orang-orang yang menggunakan bahasa Hausa dan Fulani, dua bahasa lokal yang digunakan oleh para Muslim.
Pemimpin Fulani sendiri membantah bahwa kelompoknya terlibat dalam penyerangan itu.
Militer Nigeria pun saat ini dalam kondisi siaga mengelilingi wilayah yang sedang konflik itu. Sampai saat inipun belum bisa memastikan apakah insiden itu masih berlangsung atau tidak. Seperti dikutip Associated Press, Senin (8/3/2010).
Jos saat ini sedang berada dalam kondisi jam malam hingga menjelang fajar. Sejak terjadinya kekerasan keagaamaan pada bulan Januari yang mengakibatkan 300 orang tewas dalam kejadian tersebut, kebanyakan dari korban adalah Muslim. Masih belum dapat diketahui bagaimana para penyerang itu dapat mengelabui penjagaan jam malam pada Minggu pagi itu.(rhs)