Warga kuburkan korban kerusuhan (Foto: Reuters)
JOS - Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Amerika Serikat meminta Nigeria untuk tetap tenang, menyusul kerusuhan berbau sentimen agama di negara tersebut. Sebelumnya 500 warga Kristen Nigeria dilaporkan tewas dalam kerusuhan yang terjadi pada Minggu 7 Maret pagi waktu setempat.
Pemakaman terhadap korban akibat kerusuhan yang berlangsung selama tiga jam ini mulai dilaksanakan. Sebagian besar korban berasal dari tiga desa yang umumnya bermayoritas penduduk beragama Kristen, di wilayah Jos. Warga setempat menuduh jika sekelompok orang dari etnis Fulani yang beragama Islam, berada di balik kerusuhan tersebut.
Pemerintah Nigeria sendiri sudah menurunkan pasukan mereka ke desa yang mengalami penyerangan. Pasukan diturunkan guna mencegah terjadinya serangan baru. Pihak keamanan sendiri berhasil menahan 95 orang tersangka pelaku penyerangan.
Sebelumnya pihak keamanan menghadapi kritikan keras, karena pelaku penyerangan mampu melarikan diri usai melakukan serangan lanjutan. Padahal saat itu jam malam sedang diberlakukan di sekitar wilayah kerusuhan. Demikian diberitakan AFP, Selasa (9/3/2010).
Menurut saksi mata, para pelaku penyerangan meneriakan kata "Allahu Akbar" sebelum menyerang rumah milik warga dan kemudian membakarnya. Selain itu gereja juga turut menjadi korban pembakaran dalam insiden ini.
Sedangkan media setempat melaporkan jika warga muslim yang berada pada tiga desa tersebut berhasil menyelamatkan diri karena dua hari sebelumnya diberikan peringatan melalui layanan pesan singkat (SMS). Alhasil warga muslim ini dapat melarikan diri sebelum akses keluar dari desa ditutup oleh pelaku penyerangan.
Pelaku penyerangan sendiri dapat memisahkan etnis Fulani dari rival mereka etnis Berom saat insiden berlangsung. Penyerang menerikan kata 'nagge' yang berarti ternak dalam bahasa Fulani. Siapapun yang tidak bisa respons ucapan tersebut dengan bahasa yang sama, dipastikan tewas akibat tebasan parang para pelaku penyerangan.
Menurut para analis serangan kali ini ditengarai memiliki kaitan dengan kerusuhan bersentimen agama antara warga Muslim dan Kristen Nigeria Januari lalu. Pada kerusuhan tersebut lebih dari 200 warga dilaporkan tewas sementara ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. (faj)(rhs)