Pendukung Thaksin dalam protes (Foto: AFP)
BANGKOK - Sekira 50 ribu personil militer dikerahkan oleh Pemerintah Thailand untuk mengawal aksi protes pendukung mantan Perdana Menteri (PM) Thaksin Sinawatra. Aksi unjuk rasa itu rencananya akan berlangsung pada Jumat 12 Maret besok.
Protes yang akan dilakukan oleh 'si Kaus Merah', sebutan yang biasa disematkan pada pendukung Thaksin, merupakan bentuk kecaman mereka terhadap keputusan Pengadilan Tinggi Bangkok yang telah menyita aset milik Thaksin.
"Pengerahan pasukan secara penuh akan dimulai hari ini, dengan melibatkan 30 ribu prajurit militer, 10 ribu polisi dan 10 ribu relawan sipil," ujar Deputi PM Suthep Thaugsuban yang bertanggung jawab atas operasi keamanan ini.
"Jika pelaku protes mencoba masuk ke markas militer atau pun kantor polisi, pemerintah tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan keras untuk melumpuhkan para pendemo. Jika mereka menyulut kerusuhan pemerintah akan menanggap mereka sebagai teroris," tambah Suthep Thaugsuban seperti dikutip AFP, Kamis (11/3/2010).
Sebelumnya Pemerintahan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva telah mengeluarkan aturan keras menyangkut keamanan menjelang demo besar-besaran ini. Aturan ini memungkinkan pengerahan pasukan dalam skala besar, penerapan jam malam dan larangan untuk berkumpul yang akan diterapkan oleh pemerintah.
Pos polisi juga telah disiagakan di sekitar Bangkok untuk menyisir pendemo yang datang dari luar Bangkok. Mereka akan memproses setiap peserta protes yang ketahuan membawa senjata.
'Si Kaus Merah' yang menganggap Pemerintahan PM Abhisit sebagai pemerintahan elitis dan tidak demokratis, mengklaim protes yang akan berlangsung dari Jumat hingga Minggu mendatang ini akan diikuti oleh 600 ribu warga. Sementara pihak pemerintah memperkirakan protes ini akan diikuti oleh 100 ribu simpatisan Thaksin. (faj)(rhs)