Militan Al Shabab (Foto: AP)
MOGADISHU - Mogadishu dilanda pertempuran, 17 orang dikabarkan tewas dalam baku tembak antara kelompok militan dengan pasukan pemerintah.
Pertempuran yang terjadi di hari Rabu 10 Maret ini juga menyebabkan 65 orang lain terluka. Korban tewas dan terluka ini sebagian besar dari kalangan warga sipil.
Seorang saksi mata mengakatakan, jika pertempuran terjadi antara kelompok militan Al Shabab yang menyerang pasukan pemerintah yang ditempatkan di wilayah utara Mogadishu.
Dalam pertempuran tersebut kelompok Al Shabab sempat menekan pasukan pemerintah, namun kelompok militan mampu dipukul mundur oleh pasukan pemerintah.
Juru bicara pihak Al Shabab Sheik Ali Mohamoud Rage menyatakan, jika mereka telah menguasai dua wilayah saat pertempuran berlangsung. Sheik Ali juga membantah, jika ada anggota mereka ada tertangkap oleh pihak pasukan pemerintah. Tetapi pemerintah Somalia menolak memberikan komentar atas klaim ini.
Mogadishu memang terus dilanda pertempuran antara pasukan pemerintah dengan kelompok Al Shabab. Kondisi ini dipicu pengumuman Pemerintah Somalia yang ingin melepaskan pengaruh kelompok militan yang selama ini mengusai Mogadishu. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (11/3/2010).
Selama bertahun-tahun pemerintah di Somalia memang tidak berjalan sejak pemerintahan diktator sosialis diturunkan dari kekuasaannya pada 1991 lalu oleh gabungan kepala suku di Somalia.
Kini pemerintahan yang didukung oleh PBB terus menghadapi perlawanan dari kelompok militan. Selain PBB, sekira 5 ribu pasukan Uni Afrika juga turut membantu Pemerintah Somalia.
Namun pemerintah maupun kelompok militan tidak memiliki kekuatan cukup untuk mengambil alih kekuasaan yang pada akhirnya hanya menyisakan korban pada warga sipil. (faj) (rhs)